energi lihat situs sponsor
 
Sabtu, 23 September 2017  
 


kembali ke depan »  
forum diskusi :

diskusi berita lowongan

Tanggapan atas pesan yang sedang dibaca bisa dilakukan melalui sarana pengiriman pesan yang ada di bagian bawah.

» Lihat daftar pesan di forum diskusi
» Tulis pesan baru di forum diskusi

  • PESAN DAN TANGGAPAN :

    Pengadaan Tenaga Listrik Indonesia
    Oleh : Singgih nata
    Senin, 22 September 2008 (23:51 WIB) dari IP 69.203.134.42

    Beberapa usaha yang dapat ditempuh dalam nengadakan Tenaga Listrik.

    Kita mulai berbicara mengenai pengadaan tenaga listrik yang diusahakan untuk keperluan pribadi. Karena cara-cara yang akan kita bicarakan tidak menguntungkan kalau untuk usaha komersil dari tenaga listrik yang dihasilkan.

    1. PLTS ( lihat site" Aneka Surya". Juga dalam forum diskusi.
    2. PLTA- Micro-Hydro (lihat site LIPI yang telah membangun usaha ini dbeberapa tempat di Indonesia)
    3. PLTA (Angin). Mengalihkan tenaga angin dengan memakai kincir.

    Berikut ini memerlukan modal serta keahlian tersendiri. Hanya perusahaan-perusahaan besar atau perusahaan negara yang dapat mewujudkan usaha ini.

    4. PLTU - Tenaga uap tekanan tinggi sebagai penggerak daun-daun Turbine kemudian disambungkan kepada Generator Listrik. Pengadaan uap dapat dihasilkan dengan memanaskan air didalam "boiler" untuk menghasilkan uap. Pemanasan air ini dapat memakai bahan bakar Batubara atau Minyak Bumi (Heavy fuel oil).
    Bahan bakar batubara merupakan jalan keluar yang realistis mengingat sumber batubara di Indonesia tak akan habis selama 150 - 200 tahun yang akan datang. Dibandingkan dengan sumber minyak bumi hanya berkisar antara 15 - 20 tahun saja.

    Keuntungan lain dari PLTU ini ialah dapat dibangun dekat kota besar. Tidak membisingkan seperti PLTD, juga uap yang sudah terpakai dapat disalurkan dan dijual kepada Pabrik-pabrik sebagai tenaga penggerak mesin-mesin.
    Para usahawan kecil dapat juga memanfaatkan uap bekas pakai ini untuk keperluan usahanya. Menjalankan mesin giling. Uap dialirkan untuk memanaskan suatu ruangan, dimana usaha pengeringan bermacam-macam product dapat diusahakan. Kacang-kacangan, jagung, gabah.
    Usaha binatu dimana uap dapat digunakan untuk menyeterika dan mencuci serta mengeringkan cucian.
    Uap dapat juga dipakai untuk menjalankan generator kecil atau pompa dalam usaha penyimpanan bahan mentah (refregeration).
    Direstoran-restoran, uap dapat memanaskan air dimana disimpan panci-panci makanan yang sudah siap hidang.
    Panti pijat dapat memakai uap bekas pakai ini untuk memanaskan air mandi, atau menyediakan ruangan uap (saun).
    Usaha pencucuian mobil dan memotor dapat memakai uap bekas pakai ini untu mencuci motor dan mobil ditanggung oli=oli atau percikan aspal yang menempel di body mobil dapat dikikis habis.
    Membuka jalan bagi usaha pengangkutan truck dan kereta api barang dalam mengangkut biji-biji batubara yang sudah digiling halus. Bagi perusahaan pengangkutan truck ini merupakan usaha dimana waktu dimana truck itu "berhenti" (idle) dapat diperkecil. Memuat ke truck, biji-biji batu bara halus dikocorkan dengan menggunakan "silo" langsung ke bak truck secara gravity. Ditempat tujuan, bak truck diangkat dengan memakai hidrolis sampai biji batubara berjatuhan. Atau lebih murah lagi, seluruh trucknya dinaikkan dengan tenaga mesin truck keatas dalam suatu platform dimana platform itu sendiri dinaikkan/dimiringkan dengan menggunakan tenaga hidrolis.
    Tentunya untuk keamanan, truck harus diikat kuat kepada platform itu.
    Biji batu bara halus atau "pellets", selain dijual ke PLTU disetiap kota besar, juga dapat dijual ke pabrik-pabrik pengolahan biji batu bara halus menjadi "briquets". Suatu bahan pengganti kayu bakar, minyak tanah atau gas di dapur atau di restoran-restoran.

    Mengingat PLTU dapat dibangun dekat kota-kota besar, kabel-kabel tegangan tinggi beserta bangunan tiang listrik raksasa-nya tidak diperlukan. Penyaluran listrik dari PLTU ke transformer didaerah RT/RW dapat dilaksankan dengan kabel melalui didalam tanah. Juga karena jarak yang dekat ini tidak memerlukan pengadaan lisrik dengan tegangan tinggi. Juga pemakain transformers-pun akan lebih murah.

    Disamping itu kalaupun Pemerintah Pusat atau Pemda ingin memanfaatkan pembangunan terowongan didalam tanah, satu bagian atasnya keperluan kabel listrik, kabel telepon. Dan bagian bawahnya secara terpicah sebagai wadah untuk menampung air hujan. Penampungan air hujan dapat mengurangi banjir.
    5. PLTD (diesel). KArena bbm PLTD sekarang menjadi masalah karena subsidi Pemerintah. Hampir 1/3 dari ongkos pengeluaran PLN harus mengharapkan uluran tangan Pemerintah berupa subsidi bbm (lihat Site PLN)
    Jadi apakah lebih murah untuk membangun PLTU baru atau merubah PLTD menjadi PLTU. Dengan mengganti Mesin Dieselnya dan dirubah menjadi kombinasi "boiler" dan "turbine uap" dan bahan bakarnya dengan biji batubara halus atau yang biasa disebut Pellets.

    6.PLTN....Cukup dikembangkan sebagai Lab penelitian. Dari segi ekonomi dan juga dari segi politik tidak memberikan ruangan untuk bergerak maju. Contoh Iran dan KorUt sampai sekarang dikejar-kejar oleh Dunia Barat malah akan diserang.
    Lebih aman dengan cara diam-diam tak perlu digembor- -gemborkan.

    Salam,
    Singgih


    Re: Pengadaan Tenaga Listrik Indonesia
    Oleh : Singgih nata
    Senin, 22 September 2008 (23:54 WIB) dari IP 69.203.134.42

    Pengadaan Tenaga Listrik di Indonesia
    Oleh : Singgih nata
    Senin, 22 September 2008 (00:10 WIB) dari IP 69.203.134.42

    .

    ============

    Kebutuhan Tenaga Listrik di Indonesia, dengan dalih agar kebutuhan penduduk dari Sabang ke Merauke terpenuhi dalam batas seminim mungkin, merupakan suatu gagasan yang luar biasa besarnya. Dilihat dari segi kapasitas tenaga listrik yang disalurkan maupun dari segi permodalannya.

    Pengadaan Tenaga Listrik dengan Kincir angin, Mini-Hydro, Tenaga Surya, Mesin Diesel, Panas Bumi maupun Tenaga Uap, semua ini diperlukan. Dan banyak kegunaannya mengingat letak geografis negara kita.

    Indonesia bagian Barat mulai dari Sulawesi, pengadaan Tenaga Listrik dapat diperoleh dari berbagai cara. Mulai dari Mini-Hydro, kincir angin, Tenaga Surya, Tenaga Uap dengan memakai bahan bakar batubara, ataupun Minyak Diesel. Kalau PLTD secara bertahap diganti dengan Tenaga Uap memakai bahan bakar batubara, penghematan dari BBM akan terasa. Subsidi Pemerintah dalam hal BBM terutama bagi PLN akan turun drastis.

    Kesebelah Timur dari Sulawesi, Tenaga Listrik dapat dihasilkan hanya dengan Kincir Angin, Tenaga Surya dan Mesin Diesel saja. Dari ketiga pilihan ini yang paling banyak kegunaannya ialah memakai Tenaga Mesin Diesel.
    Kegunaanya ialah, pemakaian Minyak Diesel ini dapat mengajak penduduk setempat untuk ikut berpartisipasi dalam pengoperasian PLTD disetiap Pulau. Partisipasi penduduk setempat berupa menanam pohon jarak, mengolahnya menjadi minyak jarak dan menjualnya kepada PLTD ntuk dipakai sebagai campuran minyak diesel. Campuran 20�inyak jarak dan 80�inyak diesel dapat menjalankan mesin diesel dengan baik.
    Untuk menghindari surplus dari minyak jarak, Pemerintah Pusat melalui TNI-AL, membangun Dermaga di pulau-pulau tertentu secara bertahap. Juga di pesisir Utara dan Selatan Papua.
    Dermaga ini dipakai untuk kapal-kapal TNI-AL bersandar untuk keperluan mengisi bahan makanan segar,, bahan bakar diesel dan juga sebagai R & D awak kapal.
    Pembangunan dermaga di beberap pulau atau pesiir Utara dan pesisir Selatan Papua, adalah dalam rangka siaga TNI-AL dalam mengamankan perairan nasional. Dermaga-dermaga ini sebagai Pangkalan TNI-AL bagi kapal-kapal patroli berkecepatan tinggi.
    Partisipasi TNI-AU pun dapat diikutsertakan dengan membangun Pangkalan Udara di beberpa pulau yang tidak mempunyai dermaga TNI-AL. Dengan sendirinya akan diperlukan Tenaga Listrik untuk keperluan Lapangan Udara ini. Disini harus ditekankan akan pengoperasioan PLTD, dimana bahan bakarnya berupa campuran minyak jarak dan minyak diesel.

    Pembelian Pemerintah untuk minyak jarak hasil penduduk setempat akan menaikkan taraf kehidupan mereka.

    Tenaga Listrik yang dihasilkan dari Kincir Angin, Tenaga Surya dan Mini-Hydro harus diusahakan untuk disalurkan dengan menjualnya ke jaringan listrik PLN. Dengan demikian PLN mendapat tenaga tambahan berupa surplus dari tenaga listrik perorangan itu. Dilain cara, PLN juga dapat menjual listriknya kepada perorangan penghasil tenaga listrik sendiri bila memerlukannya.

    Pembangunan Pembangkit Tenaga Listrik oleh PLN dimasa akan datang dapat disesuaikan dengan kebutuhan yang betul-betul diteliti terlebih dahu,

    Dalam suasana dimana digembor-gemborkan subsidi pemerintah mengenai BBM yang begitu besar, dengan melonjaknya harga minyak mentah dunia. Membangunan Pembangkit Tenaga Listrik PLN, yang mana diberitakan akan membangun 9 buah PLTU diseluruh Indonesia, kedengarannya seperti PLN mencari kesempatan dalam kesempitan. Dimana ada proyek negara, disitu para koruptor berkumpul.

    Ada jalan lain yang lebih murah ongkosnya, yaitu PLN menjajagi pemasangan PLTS (surya) dirumah-rumah di kota besar diseluruh Indonesia.
    Unit PLTS ini si pemilik rumah menyewa dari PLN. PLN memasangnya disetiap rumah dengan cuma-cuma. Setiap Unit dilengkapi dengan meteran yang menunjukkan jumlah Listrik yang dihasilkan oleh PLTS ini. Dengan pengoperasian PLTS dirumah-rumah, surplus listrik yang dihasilkan setiap rumah dapat disalurkan oleh PLN untuk keperluan Industri. Atau penyediaan Tenaga Listrik yang dihasilkan PLTD ( dikota beaar ini) dikurangi sejumlah apa yang disalurkan dari PLTS. Mungkin beberapa PLTD dihentikan pengoperasiannya beberpa jam per hari. Dengan demikian pemakaian bbm akan menurun. Dengan sendirinya subsidi pemerintah akan bbm yang dipakai PLN akan menurun juga.
    Ongkos proyek PLTS Rumah di kota besar ini akan jauh lebih murah ketimbang mendirikan Pembangkit Tenaga Listrik baru.

    salam,
    singgih


    Re: Pengadaan Tenaga Listrik Indonesia
    Oleh : Singgih Nata
    Senin, 29 September 2008 (02:28 WIB) dari IP 69.203.134.42

    Setelah membaca beberapa artikel mengenai pengadaan tenaga listrik di tanah air, ternyata yang paling mudah untuk ditrapkan di desa-desa terpencil disebelah Barat Sulawesi adalah penetrapan mini-Hydro.. Karena banyaknya hujan, sungai-sungai serta mata air yang dapat dikatakan airnya mengalir setiap hari. Sungai-sungai atau mata air ini dapat diatur arus airnya dengan beberapa jalan dan dengan ongkos yang murah untuk dimanfaatkan tenaganya menjadi tenaga lsitrik dengan memakai mini-hydro electric plant..

    Namun pengadaan listrik di desa-desa ini bukan saja untuk penerangan atau menonton TV dan mendengarkan radio saja , malah harus lebih ditekankan akan penggunaan tenaga lisrik itu bagi usaha-usaha industri kecil dirumah-rumah penduduk. Dengan demikian, pengadaan listrik didesa-desa ini dipakai semaksimalnya dalam usaha untuk menaikkan taraf hidup mereka. Ini dapat dicapai dengan pengarahan serta pelajaran-pelajaran baru, seperti menjahit, menyulam, menenun dan menyulam tikar, membuat keranjang, membuat kurungan burung, membuat "sumpit" ( chop sticks). Juga diajarkan cara menggiling biji jarak menjadi minyak jarak.

    Dibawah ini disampaikan sebuah artikel "success story" di desa pedalaman di Pilipina.
    =======================..
    Mini Hydro Electric Power Plant

    2004 Winner
    Brgy. Upper Bantawon, Hinunangan, Southern Leyte
    Award Sponsor
    The Galing Pook Awards in The Philippines.

    In the late 1980s, armed conflict between government forces and communist rebels turned Barangay Upper Bantawon into a no man's land. The 68 families which comprised the population abandon their homes. After the conflict, only 27 families went back.

    Great odds kept them in poverty distance from the town proper, absence of farm-to-market road and transportation, and lack of livelihood. But this did not dishearten the barangay officials led by Punong Barangay Gorgonio D. Malubay. They thought of something to start with to open the road to progress. They thought of providing electricity to every household.

    For most residents, it was impossible. First, they had meager resources. Second, the nearest power line of the Southern Leyte Electric Cooperative was 10 kilometers away. But the barangay officials did not need the power line. First, there was a river that could be tapped to run a turbine. Second, there was a five-year savings in the barangay's 20conomic development fund from the internal revenue allotment. Third, there was enough manpower to do volunteer work. Fourth, a person from the Department of Interior and Local Government was willing to provide technical assistance. Fifth, the municipal government was willing to provide their wiring needs as counterpart.

    After several barangay assembly meetings and consultations with residents, and with P200,000 from the barangay's savings, the Upper Bantawon Mini-Hydro Electric Power Plant project was started in May 2002.

    A major problem was the delivery of the turbine, generator, and accessories. The access road was bad, and there was no transportation. The bridge connecting the barangay to the access road was in disrepair. The residents pooled their resources materials and labor--to repair the bridge. One month later, the goods for the plant were delivered.

    Residents built a 110-meter dike to divert water from the river. A metal structure regulated the flow of water and filtered the floating debris. A rectangular funnel from the dike controlled the flow of water to the turbine. The generator was placed inside a wooden structure, and a pulley made it work to transform hydro energy into electricity.

    By December 2002, the 10-KVA turbine generator was fully operational. The project was inaugurated on January 7, 2003 with one added benefit irrigation water for the crops.

    At present, all the 27 households in the barangay not only have electricity, they enjoy a 50ncrease in their average annual income as a result of new livelihood opportunities generated by the project. For one, they now produce more abaca hemp following acquisition of a motor-driven machine. With electricity, they can work at night. The barangay has a plan to introduce abaca weaving as another livelihood measure.

    Cottage industry also improved. More hats and mats are being weaved. Some enterprising souls have introduced karaoke music and video viewing as a source of income.

    Average household annual income at present is P72,000, up more than 50rom P35,000 before the project.

    The barangay council manages the project. With low maintenance cost, the council collects only P5 per month per household. Those with appliances are charged an additional P5 per month. The collection is saved at the Development Bank of the Philippines.

    With electricity, the barangay is now livelier. People have greater hopes than before. A small project like the mini-hydro plant has made a big difference in their lives.

    Contact Information
    Hon. Teofilo B. Junio / Gorgonio D. Malubay
    Barangay Hall
    Upper Bantawon
    Hinunangan, So. Leyte
    c/o MLGOO - 0919-383-700
    ..======================

    Banyak lagi success stories lainnya dari belahan dunia lainnya. Dari Amerika Selatan, Afrika dan India.
    Dan tentunya juga di tanah air seperti artikel pembuatan mini-bydro di Dusun Sendi, Trawas, Mojokerto, Jawa Timur .

    Banyak sekali dipasaran mengenai product dari Pengolahan Mini-Hydro ini. Jerman, Swedia, China dan di Dalam Negeri memprodusir alat-alat Generator, Turbine serta inverter.

    Sekarang hanya tinggal memilih yang mana yang lebih murah.
    Apabila usaha pengadaan temaga listrik mini-hydro ini menjadi Proyek Nasional dan dibiayai oleh Pemerintah Pusat dan/atau Pemda, harus dikaitkan dengan usaha-usaha kemanusiaan atau yayasan yang mengelola modal yang dikumpulkan dari para donor untuk menaikkan taraf kehidupan panduduk , uluran tangan dari PBB atau Negara-negara donor lainnya.

    China melihat akan jarak yang tidak jauh dari Indonesia, dan perkembangan ekonominya yang begitu pesat merupakan suatu pintu terbuka untuk menjajagi hal ini.
    Barter antara hasil bumi kita dengan alat-alat serta pengetahuan teknology mereka dibidang mini-hydro electric plant. Undang perusahaan-perusahaan dibidang ini untuk ikut berpartisipasi dalam pembangunan ribuan atau puluhan ribu mini-hydro di Nusantara.
    Apabila sudah memungkinkan, PLN ikut serta dalam usaha meyerap tenaga listrik yang kelebihan dari mini-hydro plants ini untuk disalurkan kejaringan PLN untuk kebutuhan tenaga listrik di kota-kota besar.
    Usaha Pembangunan Pembangkit Tenaga Listrik PLN ditangguhkan dahulu dan Pemerintah memprioritaskan dahulu Pembangunan Mini-Hydro Electric Plants di desa-desa jauh dari kota besar ini.

    Sebelum PLN melangkah membangun PTL lainnya, juga diusahakan dahulu mengenai PLTS(surya) dikota-kota besar diseluruh Nusantara. Dengan pengharapkan akan menyerap tenaga listrik kelebihan (surplus) dari PLTS setiap rumah.

    Mungkin suatu waktu, surplus listrik tenaga surya di kota-kota besar ditambah dengan surplus tenaga listrik mini-hydro dari desa-desa dapat memenuhi kebutuhan akan tenaga listrik di Nusantara. Ataupun seandainya kalau kurang, pembangunan Pembangkit Tenaga Listrik yang baru perlu di laksanakan namun dengan catatan dapat diperkecil jumlahnya. Dengan demikian subsidi pemerintah akan mengecil.( Subsidi bbm PLN) maupun modal pertama dalam pembangunan Pembangkit Tenaga Listrik yang baru.

    Salam,
    Singgih Nata


  • TULIS TANGGAPAN BARU :
    PERHATIAN : Semua data terminal yang mengakses otomatis dicatat sebagai arsip serta untuk kenyamanan bersama.

    judul :
    penulis :
    isi :
    Kata kunci dinamis : *     [ lihat disini ! ]
     

    » kirim ke teman
    » versi cetak

  •   Dikelola oleh TGJ LIPI Hak Cipta © 2000-2017 LIPI