energi lihat situs sponsor
 
Jumat, 26 Mei 2017  
 


kembali ke depan »  
forum diskusi :

diskusi berita lowongan

Tanggapan atas pesan yang sedang dibaca bisa dilakukan melalui sarana pengiriman pesan yang ada di bagian bawah.

» Lihat daftar pesan di forum diskusi
» Tulis pesan baru di forum diskusi

  • PESAN DAN TANGGAPAN :

    Tenaga angin
    Oleh : Ali.h
    Senin, 30 Juni 2008 (15:30 WIB) dari IP 125.160.234.227

    pada penemu kincir angin yang kini telah berhasil, saya hendak bertanya bagaimana teori perubahan tenaga angin menjadi energi listrik? yang kedua alat apa sajakah yang di perlukan untuk membuat kincir angin tersebut? yang ketiga apakah kincir angain itu dapat di buat dari bambu seperti yang saya lihat di kampung-kampung yang anak-anak kecil buat /mainkan?


    Re: Tenaga angin
    Oleh : Lutfi Ali Azhar
    Selasa, 5 Agustus 2008 (10:32 WIB) dari IP 222.124.206.66

    maaf, bukan bermaksud menanggapi pertanyaan Sdr. Ali.H., melainkan sekedar melemparkan ide ke forum diskusi Tenaga Angin ini. Listrik yang dihasilkan Kincir angin adalah perubahan energi gerak ke listrik. Energi gerak yang dihasilkan kincir digunakan untuk memutar kumparan penghasil gaya gerak listrik induksi (alternator). Dengan demikian ada semacam coupler (penghubung) dari tenaga gerak kincir angin ke alternator.
    Berikut adalah ide saya tersebut:
    1. Bagaimana jika bentuk kincir angin seperti yang terdapat pada pembangkit listrik tenaga angin diubah bentuknya menjadi bukan mendatar (mencari arah angin) melainkan dibuat vertikal (mengarah ke atas), serta blade kincir dibuat banyak (bukan hanya tiga buah seperti yg kebanyakan dipakai) (mirip baling-baling pada blower saluran buangan udara AC pada tower-tower supermarket).
    2. Ide tersebut ditujukan agar blade kincir dapat mengambil angin/mendapat tiupan angin dari segala arah.
    3. Untuk memperkuat perolehan angin pada blade tsb, bagaimana jika dibuatkan lorong jebakan angin raksasa yg bentuknya serupa terompet (mengecil pada ujungnya) di buatkan dua buah lorong yg saling membelakangi, sedangkan posisi kincir berada di antara nya.
    4. Saya minta pendapat dari sodara2 sekalian, apabila kita letakkan sebuah kincir angin semacam yg saya sebutkan tadi dan diletakkan diantara dua lorong tersebut, kira-kira berputar atau tidak?
    5. Jika kincir tersebut terbukti berputar, dan menghasilkan putaran terus-menerus tanpa tergantung kencang lambatnya angin yg menerpa blade, maka sudah dapat dipastikan negeri kita kaya akan energi listrik yg dihasilkan oleh angin, tetapi bukan dari kincir angin yg konvensional seperti kebanyakan dipakai di daerah Bantul


    Re: Tenaga angin
    Oleh : Bambang Purwono
    Senin, 8 September 2008 (16:25 WIB) dari IP 125.163.31.179

    Ilustrasi yang digambarkan tentang model kincir adalah jenis propeler seperti baling-baling pesawat terbang turboprop. Menurut hemat kami jenis vertical wing (Mirip model Darius), blade berputar dengan as vertikal terhadap tanah lebih effisien, tidak bising dan tidak menimbulkan getaran. Dan life time hingga 20 tahun. Pada kecepatan angin yang lebih rendah dapat memberikan torsi untuk putaran awal, dibandingkan dengan jenis propeler. Ini sebaiknya untuk kajian ekonomis, pemilihan untuk jenis kincir.


    Re: Tenaga angin
    Oleh : Singgih nata
    Minggu, 21 September 2008 (05:17 WIB) dari IP 69.203.134.42

    Dengan kincir angin dimana letak baling-balingnya seperti peswat terbang, adalah lain tidak agar perputaran baling hanya berputar ke satu arah. Dibekang kincir dipasang pelat yang tegak lurus dengan baling-baling juga tegak lurus dengan permukaan bumi. Lain tidak baling-baling bersama generatornya selalu menghadap ke jurusan angin bertiuo.

    Juga mengingat daya tarik centrifugal, kalau dipasang seperti apa yang dipakai sekarang, tenaga tarik centrifugal-nya diperlemah oleh beratnya generator dan baling-balingnya beserta tarikan bumi. Diharapkan tiang menara kincir tidak akan doyong dan fondasinya akan tetap terpasak ke bumi.

    Seandainya baling-balingnya sejajar dengan permukaan bumi, tenaga centrifugal-nya tidak dapat diperlemah oleh berat unitnya dan tarikan bumi tidak berpengaruh. Makin cepat baling-baling berputar makin besar tenaga centrifugalnya. Yang mana akan membuat menaran kincir doyong. Kalau menara kincir doyong dengan beratnya unit yang dipangku tiang menara akan menyebabkan lebih cepat rubuh karena tarikan bumi akan beban yang diujung tiang kincir menjadi lebih berat.
    Harap dicatat kecepatan angin dapat berubah seketika yang mana pada saat itu tenaga centrifugalnya melebihi kekuatan fondasi atau kekuatan tiang penunjang kincir.

    Juga ketinggian serta panjang baling-baling mengharap akan tiupan angin yang lebih besar lagi. Sehingga baling-baling dapat berputar semaksimumnya.

    Salam,
    singgih


    Re: Tenaga angin
    Oleh : Singgih nata
    Minggu, 21 September 2008 (17:29 WIB) dari IP 69.203.134.42

    Untuk Unit yang mana porosnya tegak lurus dengan permukaan bumi, alat penggeraknya berupa "spiral". Lebar alat penggerak ini atau kita namakan "kipas" harus diperhitungkan dengan teliti. Namun kalaupun kipasnya tidak lebar, dapat dipasang lebih tinggi keatas poros. Dengan demikian usaha untuk hembusan angin dapat diharapkan memutarkan kipas itu semaksimal mungkin.

    Kipas ini , konstruksi yang paling sederhana ialah membelah dua tong plastic. Kemudian belahan tong plastic ini dipasangkan kepada poros. Cekungan dari tong plastic ini dipasangnya dengan arah yang bertentangan. Kalau tong plasticnya agak kecil dapat dipasang empat belahan.

    Karena konstruksi yang sederhana ini, Unit seperti ini dapat dipasang diatas atap rumah.

    Dengan memakai tong plastic membantu "membersihkan" lingkungan. Tong-tong plastic bekas dapat di pakai ulang.

    Sistim seperti ini hanya bermanfaat untuk dpakai sendiri. Dari segi komersil tidak menguntungkan dibandingkan dengan sistim baling-baling.

    Salam,
    Singgih


    Pengadaan Tenaga Listrik di Indonesia
    Oleh : Singgih nata
    Senin, 22 September 2008 (00:10 WIB) dari IP 69.203.134.42

    .

    ============

    Kebutuhan Tenaga Listrik di Indonesia, dengan dalih agar kebutuhan penduduk dari Sabang ke Merauke terpenuhi dalam batas seminim mungkin, merupakan suatu gagasan yang luar biasa besarnya. Dilihat dari segi kapasitas tenaga listrik yang disalurkan maupun dari segi permodalannya.

    Pengadaan Tenaga Listrik dengan Kincir angin, Mini-Hydro, Tenaga Surya, Mesin Diesel, Panas Bumi maupun Tenaga Uap, semua ini diperlukan. Dan banyak kegunaannya mengingat letak geografis negara kita.

    Indonesia bagian Barat mulai dari Sulawesi, pengadaan Tenaga Listrik dapat diperoleh dari berbagai cara. Mulai dari Mini-Hydro, kincir angin, Tenaga Surya, Tenaga Uap dengan memakai bahan bakar batubara, ataupun Minyak Diesel. Kalau PLTD secara bertahap diganti dengan Tenaga Uap memakai bahan bakar batubara, penghematan dari BBM akan terasa. Subsidi Pemerintah dalam hal BBM terutama bagi PLN akan turun drastis.

    Kesebelah Timur dari Sulawesi, Tenaga Listrik dapat dihasilkan hanya dengan Kincir Angin, Tenaga Surya dan Mesin Diesel saja. Dari ketiga pilihan ini yang paling banyak kegunaannya ialah memakai Tenaga Mesin Diesel.
    Kegunaanya ialah, pemakaian Minyak Diesel ini dapat mengajak penduduk setempat untuk ikut berpartisipasi dalam pengoperasian PLTD disetiap Pulau. Partisipasi penduduk setempat berupa menanam pohon jarak, mengolahnya menjadi minyak jarak dan menjualnya kepada PLTD ntuk dipakai sebagai campuran minyak diesel. Campuran 20inyak jarak dan 80inyak diesel dapat menjalankan mesin diesel dengan baik.
    Untuk menghindari surplus dari minyak jarak, Pemerintah Pusat melalui TNI-AL, membangun Dermaga di pulau-pulau tertentu secara bertahap. Juga di pesisir Utara dan Selatan Papua.
    Dermaga ini dipakai untuk kapal-kapal TNI-AL bersandar untuk keperluan mengisi bahan makanan segar,, bahan bakar diesel dan juga sebagai R & D awak kapal.
    Pembangunan dermaga di beberap pulau atau pesiir Utara dan pesisir Selatan Papua, adalah dalam rangka siaga TNI-AL dalam mengamankan perairan nasional. Dermaga-dermaga ini sebagai Pangkalan TNI-AL bagi kapal-kapal patroli berkecepatan tinggi.
    Partisipasi TNI-AU pun dapat diikutsertakan dengan membangun Pangkalan Udara di beberpa pulau yang tidak mempunyai dermaga TNI-AL. Dengan sendirinya akan diperlukan Tenaga Listrik untuk keperluan Lapangan Udara ini. Disini harus ditekankan akan pengoperasioan PLTD, dimana bahan bakarnya berupa campuran minyak jarak dan minyak diesel.

    Pembelian Pemerintah untuk minyak jarak hasil penduduk setempat akan menaikkan taraf kehidupan mereka.

    Tenaga Listrik yang dihasilkan dari Kincir Angin, Tenaga Surya dan Mini-Hydro harus diusahakan untuk disalurkan dengan menjualnya ke jaringan listrik PLN. Dengan demikian PLN mendapat tenaga tambahan berupa surplus dari tenaga listrik perorangan itu. Dilain cara, PLN juga dapat menjual listriknya kepada perorangan penghasil tenaga listrik sendiri bila memerlukannya.

    Pembangunan Pembangkit Tenaga Listrik oleh PLN dimasa akan datang dapat disesuaikan dengan kebutuhan yang betul-betul diteliti terlebih dahu,

    Dalam suasana dimana digembor-gemborkan subsidi pemerintah mengenai BBM yang begitu besar, dengan melonjaknya harga minyak mentah dunia. Membangunan Pembangkit Tenaga Listrik PLN, yang mana diberitakan akan membangun 9 buah PLTU diseluruh Indonesia, kedengarannya seperti PLN mencari kesempatan dalam kesempitan. Dimana ada proyek negara, disitu para koruptor berkumpul.

    Ada jalan lain yang lebih murah ongkosnya, yaitu PLN menjajagi pemasangan PLTS (surya) dirumah-rumah di kota besar diseluruh Indonesia.
    Unit PLTS ini si pemilik rumah menyewa dari PLN. PLN memasangnya disetiap rumah dengan cuma-cuma. Setiap Unit dilengkapi dengan meteran yang menunjukkan jumlah Listrik yang dihasilkan oleh PLTS ini. Dengan pengoperasian PLTS dirumah-rumah, surplus listrik yang dihasilkan setiap rumah dapat disalurkan oleh PLN untuk keperluan Industri. Atau penyediaan Tenaga Listrik yang dihasilkan PLTD ( dikota beaar ini) dikurangi sejumlah apa yang disalurkan dari PLTS. Mungkin beberapa PLTD dihentikan pengoperasiannya beberpa jam per hari. Dengan demikian pemakaian bbm akan menurun. Dengan sendirinya subsidi pemerintah akan bbm yang dipakai PLN akan menurun juga.
    Ongkos proyek PLTS Rumah di kota besar ini akan jauh lebih murah ketimbang mendirikan Pembangkit Tenaga Listrik baru.

    salam,
    singgih


  • TULIS TANGGAPAN BARU :
    PERHATIAN : Semua data terminal yang mengakses otomatis dicatat sebagai arsip serta untuk kenyamanan bersama.

    judul :
    penulis :
    isi :
    Kata kunci dinamis : *     [ lihat disini ! ]
     

    » kirim ke teman
    » versi cetak

  •   Dikelola oleh TGJ LIPI Hak Cipta © 2000-2017 LIPI