energi lihat situs sponsor
 
Kamis, 20 Juli 2017  
 


kembali ke depan »  
forum diskusi :

diskusi berita lowongan

Tanggapan atas pesan yang sedang dibaca bisa dilakukan melalui sarana pengiriman pesan yang ada di bagian bawah.

» Lihat daftar pesan di forum diskusi
» Tulis pesan baru di forum diskusi

  • PESAN DAN TANGGAPAN :

    PLTS
    Oleh : Zakki
    Kamis, 1 Mei 2008 (14:53 WIB) dari IP 125.160.121.84

    PLTS tuh bahan2nya apa j c?

    truz bsa menggunakan bahan yang sering kita jumpai g?


    Re: PLTS
    Oleh : Agungk
    Jumat, 27 Juni 2008 (23:16 WIB) dari IP 222.124.248.90

    kalau menulis di forum mbok, janganlah seperti menulis sms.
    PLTS itu maksudnya Pembangkit Listrik Tenaga Surya?
    Ada dua modus untuk menghasilkan listrik dari tenaga matahari.
    1. dengan efek fotoelektrik, menggunakan sel surya (solar cell)
    2. dengan konversi energi termal dengan turbin uap atau mesin stirling untuk menjalankan generator listrik.

    Untuk modus no. 2, mungkin saja anda dapat membuat mesin uap/stirlingnya, bila anda menguasai teknik dan peralatan memadai. Untuk modus no. 1, tidak realistis bila anda menbuat solar cell sendiri.

    Kedua modus tsb. di atas masih memerlukan sub-sistem penyimpanan energi mengingat bahwa energi matahari hanya tersedia di siang hari. Untuk ukuran kecil, umumnya digunakan batere kimiawi (aki timbal, lead acid battery). Untuk ukuran besar, disamping menggunakan batere, bisa juga menggunakan thermal storage, compressed air, hydrogen conversion, flywheel battery, dst.


    Re: PLTS
    Oleh : Nanas
    Selasa, 5 Agustus 2008 (11:43 WIB) dari IP 202.155.23.117

    Di Indo, dimana bisa cari atau beli PLTSurya (photovoltaic)

    cari sana-sini gak nemu situs yg memuaskan...
    ada jg luar jakarta semua...


    Re: PLTS
    Oleh : Yanto
    Sabtu, 30 Agustus 2008 (21:27 WIB) dari IP 61.94.167.77

    kalo hanya untuk percobaan saya punya 2 biji yang kalo dipasang paralel bisa kluar 12V 10Ah. jadi untuk ngisi accu 12V 80Ah cukup 1 hari ditanggung fuel charg. dengan catatan matahari nongol minimal 8 jam hari itu.


    Re: PLTS
    Oleh : KURNIADI
    Kamis, 4 September 2008 (21:42 WIB) dari IP 125.164.235.168

    Dengan PLTS anda gratis biaya listrik??? yaa jelas tidaklaah. Ingat dalam komponen PLTS / sebut saja salah satu aplikasinya adalah SHS, ada komponen ACCU yang umurnya kalau dirata rata hanya 5 tahun alis 60 Bulan. ini artinya anda masih harus membayar seharga 1/600 x harga ACCU.

    BTW - PLTS masih sangat bermanfaat untuk memenuhi kebutuhan energi untuk sytem penerangan di area yang belum terjangkau PLN. Meski harus membayar 1/60 x harga Accu, jelas hitungan ini masih sangat bagus jika dibanding harus tetap mengkonsumsi minyak tanah yang harganya terus naik. (ini asumsinya harga ACCU juga nggak naik naik seperti naiknya harga minyak lho).

    Untuk Daerah yang sudah dilayani PLN, saya hanya menganjurkan agar kita mulai menyadari bahwa tarif PLN kita ternyata masih SANGAT SANGAT murah. ini terbukti dari hitungan ROI pembangunan PLTS yang tidak feasible jika dibanding dengan harga listrik PLN. Anda jangan mengharap mendapatkan efisiensi biaya dengan cara membangun PLTS di daerah yang sudah dilayani PLN.

    Truss apa dong jalan lain untuk menekan biaya lkistrik rumah kita? SAATNYA ANDA MULAI BERFIKIR UNTUK BERMIGRASI dari system penerangan konvensional menggunakan jenis lampu florosence / Neon / lampu hemat energi CFL ke system penerangan dengan menggunakan lampu LED.

    Mahalkah? yess. Untuk 1 lampu dengan rating daya 7 watt harganya sekitar Rp. 200.000/ buah - tapi anda harus tahu dulu bahwa lampu LED 9 Watt sudah setara dengan lampu neon biasa 40 watt. Yang perlu anda lakukan adalah merubah dulu mind set kita sbb: Yang kita butuhkan dari sebuah lampu penerangan adalah seterang apa lampu tersebut - bukan berapa watt lampu tersebut. Teknologi telah mampu menciptakan system LED dengan daya rendah tetapi memiliki level cahaya (lument) setara dengan lampu konvensional yang Watt-nya lebih tinggi. Kok bisa? ya bisa, karena LED memiliki efisiensi terbaik diantara semua jenis loampu yang ada saat ini.

    Yang ingin saya katakan adalah: dalam jangka panjang pemakaian LED tetap JAUH lebih irit dari lampu jenis apapun yang ada dipasaran saat ini. Belum lagi LED memiliki daya tahan sampai 10 tahun - bandingkan dengan TL biasa yang hanya rata rata 3 - 4 tahun sudah harus ganti.

    Anda yang bergerak dibidang industri, perhotelan dll dan membutuhkan system penerangan lebih dari 12 jam perhari sangat kami rekomendasikan bermigrasi ke system LED, karena analisis ROI (return of investment) menunjukkan bahwa biaya migrasi dari lampu TL ke LED akan mencapai BEP kurang dari 2 tahun dan selanjutnya anda akan menikmati penurunan tarif listrik sampai 60�ibanding tetap menggunakan system konvensional. DIJAMIN !!!!!!!!!!!

    Detailnya silahkan menghubungi saya di 0818 0410 0661 atau cukup email ke : diditkurniadi@yahoo.com kami akan kirimkan hasil perhitungan analisa ROI untuk anda secara detail.

    BAYANGKAN EFISIENSINYA DAN HUBUNGI KAMI JIKA KURANG YAKIN

    SALAM

    KURNIADI


    Re: PLTS
    Oleh : Faiz
    Kamis, 18 September 2008 (11:44 WIB) dari IP 125.160.148.84

    untuk mendapat komponen / alat plts bisa didapatkan dimana?


    Re: PLTS
    Oleh : Singgih7@msn.com
    Jumat, 19 September 2008 (20:30 WIB) dari IP 69.203.134.42

    Berbicara mengenai PLTS dipulau-pulau kecil diluar Jawa, yang mana ternyata tidak ada pelayanan dari PLN, seperti Pak Fendi sampaikan dalam postingnya.
    Sebetulnya dengan mendirikan PLTS yang diusahakan oleh pihak luar, bukannya PLN, perlu dikaitkan dan dipikirkan bagaimana caranya agar PLN ikut campur.
    Karena kalau hanya mendirikan PLTS demi utk penduduk saja, ini tidak mengurangi biaya negara untuk subsidi BBM.

    Jadi yang utama dipikirkan adalah bagaimana cara agar subsidi Pemerintah dalam hal BBM PLN ini dapat diperkecil, tanpa mengurangi service PLN kepada masyarakat maupun kepada perusahaan.

    Sebetulnya, pemakaian PLTS ini dimulai di kota-kota besar diseluruh Indonesia.
    Diperkenalkan kepada pemilik rumah dahulu. Pemilik rumah membeli peralatan PLTS ini. Atau menyewa peralatan PLTS ini dari PLN. Kemudian PLN memasangnya disetiap rumah tanpa biaya apapun. Namun juga PLN menberikan pinjaman berupa meteran listrik.

    Meteran Listrik ini khusus untuk mencatat berapa tenaga yang dihasilkan oleh PLTS setiap rumah sehingga tercapai pengurangan akan tenaga listrik disalurkan PLN kerumah-rumah itu. Pemilik rumah tentunya hanya membayar listrik yang disalurkan PLN saja. Dengan kata lain, jumlah pemakaian listrik per rumah dikurangi jumlah tenaga listrik dari PLTS ini

    Karena PLTS dirumah-rumah ini hanya maksimal menghasilkan tenaga listrik di siang hari, jadi akan banyak sekali tenaga listrik yang disalurkan PLN kerumah-rumah menjadi surplus. Kelebihan tenaga listrik ini dapat disalurkan ke perusahaan-perusahaan atau pabrik-pabrik. Dan tentunya dengan mengurangnya pemakaian tenaga listrik, beberapa Pembangkit Tenaga Listrik dihentikan pengoperasiannya dalam jam-jam tertentu. Dengan arti kata lain, pemakain BBM pun akan berkurang. Subsidi Pemerintah tentunya akan berkurang juga.

    Dengan menghentikan pengoperasian beberapa Pembangkit Tenaga Listrik, tentunya penjualan tenaga lsitrik akan berkurang. Namun kekurangan dari penjualan tenaga listrik ini dapat imbalan berupa harga sewa per Unit PLTS per rumah.

    Karena PLN ini Perusahaan Negara, kepentingan Negara juga harus diperhatikan atau diprioritaskan terutama dalam usaha mengurangi subsidi Pemerintah (BBM).

    Menristek bersama Departemen lainnya ( LIPI, Dept. Energy, Bappenas, ITB,ITS, tentunya PLN) R & D khusus mengenai PLTS Rumah ini. PLTS Rumah sudah ada dipasaran atau hasil R & D bersama dapat mementukan apakah lebik baik diproduksi didalam negeri.
    Diusahakan pembuatan PLTS ini diserahkan kepada Badan Usaha milik Pemda.

    Juga Team R & D gabungan ini meniliti apakah betul-betuk perlu PLN menjajagi proyek-proyek Pembangkit Tenaga Listrik liannya diseluruh Indonesia itu, dan juga PTLHydro( Mini hydro) diseluruh Indonesia.

    Sesuaikan ongkos belanja dengan isi kocek.

    Salam,


    Re: PLTS
    Oleh : Singgih nata
    Jumat, 19 September 2008 (20:37 WIB) dari IP 69.203.134.42

    Sdr. Faiz,
    Silahkan jalan-jalan ke

    http://www.anekasurya.com/modul-solar-cell.htm


    Salam, Singgih Nata


    Re: PLTS
    Oleh : Singgih nata
    Sabtu, 20 September 2008 (00:00 WIB) dari IP 69.203.134.42


    Sebetulnya, apabila Pemerintah akan atau melaksanakan Penerangan di Desa-Desa terpencil dengan memasang PLTS, hanya menghambur- hambur ongkos saja.
    Memang rakyat mendapat penerangan listrik, tapi kalau hanya dipakai untuk penerangan rumah saja, tidak memberikan kegunaan selain pandai membaca atau mengeja saja.
    Karena keperluan penerangan di rumah-rumah di pedesaan hanya antara 6 sore sampai jam 10 -11 malam. Pelupuk mata sudah berat, punggung terasa sakit seharian bekerja di ladang atau disawah. Demikian pula si Ibu Rumah Tangga, sudah lelah seharian memasak menyediakan makanan bagi keluarganya. Demikian juga anggota keluarga yang sudah besar. Si anak lelaki keluar rumah seharian menggembala kambing atau mengembala kerbau, memandikannya dan membawa kembali ke kandangnya. Demikian juga dengan si anak perempuan, seharian mencari kayu bakar dan mengangkutnya dari pinggiran hutan kerumah. Tumpukan kayu bakar diangkutnya diatas kepala atau diatas punggungnya. Ini semua adalah pekerjaan sehari-hari dan suatu pekerjaan yang berat. Malam datang, perut kenyang sudah waktunya beristirahat. Tak ada waktu untuk membaca buku atau bacaan lainnya. Mengingat jauh ke kota, kalaupun ada waktu yang dibaca buku itu-itu juga berulang-ulang. Sangat membosankan dan tak banyak gunanya sebagai pengasah otak atau menambah pengetahuan, selain fasih mengeja kata-kata.

    Mengingat ini, biarlah mereka mandiri soal penerangan rumah. Ajarkan mereka menamam pohon jarak. Ajarkan mereka cara menggilingnya biji-biji jarak untuk menjadi minyak.
    Minyak jarak dipakai untuk penerangan dengan lampu templok toh hanya beberapa jam saja. Sisa minyak dijual kepada Pemerintah setempat untuk dicampurkan dengan minyak diesel sebagai campuran bahan bakar truck diesel,alat-alat lainnya yang memakai tenaga mesin diesel milik Pemerintah.
    Campuran minyak jarak dengan minyak diesel 20/80 dapat menjalankan mesin diesel dengan baik.
    Subsidi pemerintah untuk BBM turun 20 Namun Pemda harus mengeluarkan ongkos untuk pembelian minyak jarak dari penduduk di pedesaan, tapi tak akan sebesar subsidi BBM.
    Tapi dilain pihak rakyat dipedesaan sekarang mempunyai penghasilan tambahan.

    Kalau rakyat di pedesaan sudah mempunyai penghasilan tambahan, baru diperkenalkan PLTS. Namun PLTS ini digunakan untuk mengisi battery. dirancang battery khusus, jangan battery mobil. Battery mobil terlalu berat dan sewaktu diisi mengeluarkan udara yang membahayakan kesehatan. Battery ini menjalankan "converter" dari DC ke AC. Tenaga listrik yang dihasilkan dipakai untk Radio Transistor, lampu senter Darurat LED, mengisi lampu penerangan dengan battery yang "rechargable" berupa emergency lantern. (Di AC Hardware harga sekitar R.200,000) Mungkin TV Plasma, dan siapa tahu suatu hari Peralatan Computer.

    Dengan cara seperti tsb diatas, rakyat dipedesaan naik taraf hidupnya, mempunyai "spending power" hasil dari penjualan minyak jarak. Dilain pihak, Negara, Pusat maupun Pemda mengirit ongkos subsidi BBM. Juga mengkikis korupsi.

    Kalau menyediakan dana untuk penerangan di pedesaan saja dan proyek ini dierahkan kepihak ketiga, pasti akan mengundang para koruptor.
    Dimana ada proyek negara, disitu kumpul para koruptor baru maupun koruptor kawakan.

    Salam,
    Singgih


    Re: PLTS
    Oleh : Singgih nata
    Sabtu, 20 September 2008 (23:36 WIB) dari IP 69.203.134.42

    Kembali berbicara mengenai pengadaan listrik di pedesaan yang terpencil.
    Dalam posting sebelumnya saya menyinggung agar pengadaan listrik ini tidak saja hanya untuk penerangan rumah. Dalam posting terdahulu saya sebutkan mengenai penggunaan PLTS ini untuk pengisian "battery isi ulang" untuk dipakai sebagi lampu senter LED atau lampu penerangan latern LED.

    Juga harus dipikirkan akan penggunaan alat-alat listrik lainnya yang dapat membantu Ibu Rumah Tangga dalam menjalankan pekerjaan sehari-harinya dalam menghemat waktu. Dengan demikian si Ibu mempunyai waktu luang yang dapat digunakan oleh si Ibu untuk hal-hal lain. Seperti belajar menjahit, menyulam, membaca buku atau majalah. Dengan demikian si anak mulai umur setahun dua tahun dapat diajari pelajaran- pelajaran seperti di bangku sekolah Taman Kanak-kanak.

    Bantuan Pemerintah Daerah maupun Pusat sangat diperlukan dalam bentuk pemberian pengarahan dan memberikan pelajaran kepada Ibu-Ibu Rumah Tangga di Pedesaan.
    Juga dikembangkan keahlian masing-masing dalam bidang kesenian. (Tembang, melukis, memahat, menulis cerita pendek dsb-nya).

    Juga pemakaian alta-alat komunikasi Radio, seperti Walkie-Talakie antara Rumah dan si Bapak diladang atau sianak menggembala atau mencari kayu bakar dapat berhubungan langsung. Ini diperlukan untuk keselamatan atau perlu bantuan.

    Hal lain seperti dalam pelajaran tanam -menanam dengan methode baru, diberikan pengarahan dan pelajaran kepada para Petani.

    Dengan demikian, penduduk di Pedesaan merasa nyaman bertempat tinggal di Desanya sendiri.

    Digiatkan "Wamil", bagi para Mahasiswa tahun pelajaran terakhir atau yang baru lulus. Bukan ditempatkan dimedan pertempuran sebagai seorang prajurit TNI, tetapi ditempatkan di Pedesaan untuk masa waktu tertentu. Untuk memberikan pengarahan dan pelajaran-pelajaran praktis dan dasar. Serta memberikan contoh-contoh dalam usaha tukar menukar info berupa forum untuk berbicara bebas atau mengeluarkan pendapat secara bebas. Contoh-contoh beroganisasi dengan tujuan mencari penghasilan baru. Mungkin diberikan pelajaran dasar usaha "Koperasi".

    Atau cara-cara dalam usaha mengawetkan makanan atau sayuran asal dari kebun mereka sebelum dijual ke pasar.

    Cara-cara pengeringan methode baru bagi hasil pertanian kacang-kacangan.

    Dengan kegiatan-kegiatan tersebut, penduduk Pedesaan akan berpikir dua kali untuk pindah dan mencari pekerjaan di kota-kota besar. Toh dengan menjual hasil bumi serta apa yang dapat diperoleh dengan adanya listrik di Desanya, seperti menonton Radio dan TV tidak, pindah kekota tidak menjadi prioritas utama.

    Secara ringkasnya, pengadaan PLTS tok di Pedesaan belum cukup. Masih banyak lagi hal-hal yang harus digarap oleh Pemerintah Pusat atau Pemerintah Daerah dengan memakai segenap tenaga yang ada.

    Sudah waktunya rakyat jelata di Pedesaan yang terpencil ikut menikmati hasil Kemerdekaan dari Penjajh Asing.

    Salam'
    Singgih


    Re: PLTS
    Oleh : Bursa Energi
    Senin, 5 Juli 2010 (21:51 WIB) dari IP 110.138.215.95

    Soal PLTS silahkan kunjungi www.bursaenergi.com atau call 0812 5254 8171 / 0857 3204 3888 / 0856 5562 6085


    LED Benerkah lebih menerangi ?
    Oleh : RDP
    Minggu, 29 Agustus 2010 (11:31 WIB) dari IP 121.58.185.37

    Saya masih belum tertarik dengan LED. Konon LED ini memiliki spektrum "spike" sangat terang, menyilaukan tetapi tidak menerangi. LED cocok untuk lampu iklan dan papan petunjuk (lalu lintas dll), terlihat dari jauh tetapi tidak mampu memberikan penerangan.
    Intinya penerangan adalah sifat gelombang cahanyanya (spektrumnya) mestinya "terpantulkan" oleh benda.
    Sependek pengamatan selama ini lampu LED sanga terang sekali namun sekali lagi hanya menyilaukan.
    Mohon penjelasannya. Apakah bener lampu LED ini memiliki sifat yang berbeda dengan lampu merkuri yang sangat menerangi walaupun tidak seterang LED.
    terimakasih


    Re: PLTS
    Oleh : Mudin
    Sabtu, 29 Januari 2011 (08:03 WIB) dari IP 118.96.81.26

    saya justru tertarik dengan LED.. pak singgih benar... hanya perlu cover yang membuat cahaya tidak langsung keluar.. sehingga tidak menyilaukan...masalah teknis selanjutnya bia dilihat di toko listrik terkemuka...
    sayangnya technologi LED belum di sosialisasikan.. apalagi vendor alat-alat listrik di negara ini masih tetap membroduksi alat2 listrik konvensional...


    Re: PLTS
    Oleh : Gilang
    Kamis, 31 Maret 2011 (19:48 WIB) dari IP 118.96.136.115

    bahan" wat buat panel nya mahal g y?

    aku khan mw transmigrasi ak mw pk itu d sana,............

    mahal ga ?


    Re: PLTS
    Oleh : Sang fajar
    Kamis, 31 Maret 2011 (20:05 WIB) dari IP 118.96.136.115

    tingi panel nya yg pas tu brp meter?


    Re: PLTS
    Oleh : Marsianto Gunawan
    Rabu, 8 Februari 2012 (15:00 WIB) dari IP 112.215.66.46

    PLTS adalah bahanya terdiri dari semi konduktor dan wafer, itu sangat banyak bahan materialnya di indonesia.

    1) Pasir Kuarsa, yang umumnya ada di tepi pantai.
    2) Asam Sulfat (H2SO4 + HNO3)
    3) Wafer

    Cara Pembuatan:
    1) Pasir Kuarsa di cuci bersih dengan air biasa, kemudian di cuci dengan asam sulfat 70di cuci lagi dengan nitrit acid pekat, sesudah di cuci itu, di cuci kembali dengan AQUADES dan di rendam selama 1 hari, sesudah itu di open atau dibakar (1500 derajat). Itu sudah menjadi Semi Konduktor.

    2) Anda tinggal membuat wafer-nya.


    Itulah SolarCell.


    Re: PLTS
    Oleh : Ir.marsianto gunawan
    Rabu, 8 Februari 2012 (16:21 WIB) dari IP 112.215.66.46

    (PLTS) pembangkit listrik tenaga surya VS Energyzer charger radiasi magnet .
    PLTS pembangkit listrik tenaga matahari. 500 Watt max
    1.solar cell 500 WP. Rp. 12.500.000.-
    2.battery 500 Ah 12 VDCRp. Rp, 6.000.000.-
    3.inverter dc to ac sinus wave Rp. 1.000.000.-
    jumlah total daya 500W Rp. 19.500.000.-

    rumus menghitung battery pada pemakaian.
    500 Ah X12 V = 6.000W
    6000W - 75�= 1.500W
    1.500W : 500W= 3 jam tanpa dicharger pasti drop jadi kesimpulan sangat tergantung dari cuaca dan musim karena solar cell sangat membutuhkan energi matahari yang kuat, apabila,mendung atau hujan solar cell tidak berfungsi,juga pada malam hari, membutuhkan lebih banyak battery sebagai penyimpanannya.agar bisa kontinyu terus menerus nyala layaknya sepertiPLN itu akan sangat sulit dan harga dari PLTS sangatlah mahal dan kurang efesiensi untuk daerah tertinggal . yang umumnya banyak masyarakatnya yang kurang mampu.
    bagaimana kalau saya usulkan memakai battery 220 VDC 14 Ah, untuk dipedesaan atau daerah perbatasan dengan menggunakan sistem pengisian ulang DC to DC memanfaatkan radiasi magnet sebagai chargernya :biayanya sangat murah.bisa dibuat sendiri dan anal smppun bisa.
    1. listrik akan terus menerus nyala tanpa henti
    2. tidak menggunakan energi sinar matahari sebagai charger
    3.Battery 220V 14 Ah bisa langsung digunakan tanpa inverter dc to ac walaupun peralatan listrik membutuhkan tegangan 220 ACV, battery 220VDC sudah saya uji selama 12 tahun
    hasilnya, tepat , akurat, kuat dan handal. merupakan energy baru terbarukan yang bisa saya sumbangkan ilmunya pada bangsa dan negara juga sistem metode pembuatannya sangat mudah dan gampang .ini hasil penelitian saya di lab tesla yugoslavia dan belum saya buka baru hari ini semoga wawasan dan ilmu pengetahuan para Ir, indonesia pada umumnya.

    salam sukses


    Re: PLTS
    Oleh : Ashan
    Kamis, 9 Februari 2012 (08:50 WIB) dari IP 180.254.172.141

    Pak Marsianto Gunawan, saya tertarik dengan energy terbarukan yang bapak ajukan. mohon penjelasan lebih lanjut dikirim ke ashanbangka@yahoo.co.id
    terimakasih atas bantuannya.


    Re: PLTS
    Oleh : Joni
    Senin, 4 Juni 2012 (16:25 WIB) dari IP 180.248.72.188

    Pak Marsianto Gunawan, saya tertarik dengan energy terbarukan yang bapak ajukan. mohon penjelasan lebih lanjut dikirim ke joni_tenzanpass@yahoo.com
    terimakasih atas bantuannya.


    Re: PLTS
    Oleh : NURHADI
    Rabu, 12 November 2014 (20:10 WIB) dari IP 36.85.129.113

    Pak Ir. Marsianto Gunawan, saya tertarik dengan energy terbarukan milik bapak. mohon penjelasan lebih rinci di forum ini.


    Re: PLTS
    Oleh : Ahmad Khulaemi
    Senin, 22 Desember 2014 (00:57 WIB) dari IP 112.215.66.76

    Saya widyaiswara di bidang energi baru terbarukan khususnya PLTS,bagi sohib yang ingin mendalami PLTS saya siap membantu,silakan hub.saya di HP.0817 9169156


  • TULIS TANGGAPAN BARU :
    PERHATIAN : Semua data terminal yang mengakses otomatis dicatat sebagai arsip serta untuk kenyamanan bersama.

    judul :
    penulis :
    isi :
    Kata kunci dinamis : *     [ lihat disini ! ]
     

    » kirim ke teman
    » versi cetak

  •   Dikelola oleh TGJ LIPI Hak Cipta © 2000-2017 LIPI