energi lihat situs sponsor
 
Jumat, 26 Mei 2017  
 


kembali ke depan »  
Artikel-artikel populer :
» daftar artikel

Usaha Kecil Masuk Program Konversi
DOT (Kompas) (Kompas Cyber Media)

Jumat, 10 Agustus 2007

Jakarta, Kompas - Masyarakat yang menggunakan minyak tanah untuk usaha kecil termasuk dalam kelompok konsumen minyak tanah yang berhak masuk program konversi energi.

Kepala Biro Hukum Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral Sutisna Prawira mengemukakan hal itu, Kamis (9/8) di sela seminar tentang "Konversi Minyak Tanah ke Elpiji" di Jakarta.

Menurut dia, hal itu sesuai Peraturan Presiden (Perpres) tentang Penyediaan dan Pendistribusian Elpiji Tabung Tiga Kilogram. "Memang, sesuai perpres tersebut, elpiji bersubsidi diberikan kepada konsumen usaha mikro dan rumah tangga," kata Sutisna.

Kategori usaha mikro adalah konsumen dengan usaha produktif milik perorangan yang mempunyai legalitas penduduk dan menggunakan minyak tanah untuk memasak dalam lingkup usaha kecil.

Sebelumnya, sektor usaha mikro luput dalam pelaksanaan konversi minyak tanah ke elpiji. Dengan adanya penegasan dalam perpres, konsumen usaha mikro berhak mendapatkan paket perdana berupa tabung elpiji tiga kilogram dan kompor gas elpiji secara cuma-cuma.

Sejumlah ibu rumah tangga yang ikut hadir dalam seminar tersebut mengeluhkan kurangnya sosialisasi dari pemerintah maupun Pertamina sebagai pelaksana program.

Keluhan itu diakui Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Purnomo Yusgiantoro. "Seharusnya di masa transisi seperti sekarang, sosialisasi kepada masyarakat harus ditingkatkan. Memang dulu yang ditunjuk untuk melaksanakan sosialisasi adalah Kantor Menteri Negara Pemberdayaan Perempuan. Sekarang sepertinya semua instansi terkait harus dikerahkan," ujarnya.

Menteri ESDM mengatakan, pemerintah perlu membentuk tim penyuluh elpiji seperti halnya tim penyuluh pertanian yang turun ke masyarakat bawah. Pemerintah harus mencari cara untuk menekan subsidi bahan bakar minyak.

"Karena pemerintah sudah berkomitmen tidak akan menaikkan harga BBM, yang bisa diupayakan adalah mengurangi pemakaian BBM untuk menekan subsidi," ujarnya.

Pertamina sebagai pelaksana program konversi menargetkan bisa mengganti 319.000 kiloliter minyak tanah dengan elpiji. Jika target itu dicapai, pemerintah bisa menghemat subsidi BBM senilai Rp 745 miliar. Sampai akhir tahun ini, pelaksanaan konversi diharapkan menjangkau seluruh wilayah Jawa.

Ketua Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia Husna Zahir mengingatkan pemerintah bahwa kacaunya program konversi minyak tanah ke gas elpiji karena perencanaan matang dan pelaksanaan di lapangan tidak tepat. "Ketakutan masyarakat untuk menggunakan kompor gas elpiji menjadi pekerjaan rumah yang harus diatasi," kata Husna.

Ia menilai, pemerintah seharusnya membuat perencanaan yang tidak hanya mempertimbangkan keuntungan ekonomi.(DOT)

Sumber : Usaha Kecil Masuk Program Konversi

» kirim ke teman
» versi cetak
revisi terakhir : 19 September 2007

  Dikelola oleh TGJ LIPI Hak Cipta © 2000-2017 LIPI