energi lihat situs sponsor
 
Jumat, 26 Mei 2017  
 


kembali ke depan »  
Artikel-artikel populer :
» daftar artikel

Motor Listrik Hemat Energi dan Ramah Lingkungan
NAW (Kompas) (Kompas Cyber Media)

Jakarta, Kompas - Sepeda motor listrik ternyata mampu menghemat biaya energi hingga 90 persen dibandingkan dengan penggunaan sepeda motor berbahan bakar bensin.

Bahkan, kendaraan otomotif ini tergolong ramah lingkungan karena tidak mengeluarkan asap dan suara bising. Teknologi ini diharapkan terus disempurnakan sebagai salah satu alternatif untuk adaptasi terhadap perubahan iklim.

Hal itu dijelaskan Teguh P Santoso, Manajer Pemasaran Divisi E-Moto PT Modern Photo Tbk, Kamis (7/6), pada pameran perkembangan teknologi transportasi di Jakarta.

Sepeda motor listrik (E-Moto/Elektrik Motor) yang telah diluncurkan pada Februari 2007 itu menggunakan energi 1,5 kilowatt jam (kWh) untuk menempuh jarak 80 kilometer pada jalan datar. Saat ini tarif dasar listrik untuk 1 kWh mencapai Rp 600, sehingga beban biaya listrik untuk jarak 80 kilometer itu hanya Rp 900.

Sedangkan untuk menempuh jarak 80 kilometer, sepeda motor konvensional diperkirakan membutuhkan bahan bakar bensin hingga 2 liter. Dengan demikian, sepeda motor itu terbebani biaya pembelian bensin Rp 9.000 untuk jarak yang sama.

"Sepeda motor listrik saat ini memang memiliki berbagai kelemahan. Tetapi, teknologi ini akan terus dikembangkan," kata Teguh.

Menurut teknisi E-Moto, Arnold Butarbutar, tiga komponen utama, yaitu baterai, dinamo, dan pengontrol kecepatan, saat ini masih diimpor dari China.

Pada saat pameran yang diselenggarakan Departemen Perindustrian ini, di antara pengunjung yang mencobanya terkesan dengan tidak adanya suara ataupun asap yang keluar dari knalpot sepeda motor listrik itu.

Arnold menjelaskan, kecepatan maksimum sepeda motor listrik itu hanya 45-50 km per jam. Berbeda dengan aki, elemen baterai yang digunakan mirip dengan baterai telepon genggam yang tanpa perawatan khusus, seperti mengisi air aki secara rutin. "Baterai cukup di-charge (diisi listrik) ulang, setiap kali listrik habis," jelas Arnold.

Sistem baterai itu dilengkapi dengan peralatan yang mampu menghentikan arus listrik utama, ketika baterai sudah penuh menyimpan listrik. Diperkirakan baterai akan melemah hingga dua tahun, dan harus diganti dengan baterai baru yang saat ini harganya mencapai Rp 500.000 per unit. (NAW)

Sumber : Motor Listrik Hemat Energi dan Ramah Lingkungan

» kirim ke teman
» versi cetak
revisi terakhir : 19 Juni 2007

  Dikelola oleh TGJ LIPI Hak Cipta © 2000-2017 LIPI