energi lihat situs sponsor
 
Jumat, 18 Agustus 2017  
 


kembali ke depan »  
Artikel-artikel populer :
» daftar artikel

Kembangkan Energi Biodiesel, Industri Hilir Sawit Harus Dikembangkan
ART (Kompas) (Kompas Cyber Media)

Pekanbaru, Kompas - Kabupaten Rokan Hulu, Provinsi Riau, memulai pengembangan industri biodiesel, setelah mendapatkan suntikan dana dari APBN sebesar Rp 17 miliar. Pabrik biodiesel yang tengah didirikan di Kecamatan Tambusai, diharapkan mulai beroperasi tahun 2007 ini.

Bupati Rokan Hulu Achmad, Minggu (15/4), mengatakan, pemerintah daerah menargetkan produksi biodiesel 10.000 liter per hari. Produksi ini hanya dapat mencukupi kebutuhan bahan bakar lokal semata.

"Dari sisi harga, biodiesel lebih murah sekitar Rp 300 per liter dibandingkan solar industri. Ongkos transportasi dari tempat bahan baku ke pabrik bisa ditekan bahkan dianggap tidak ada, sehingga biaya pembuatan biodiesel bisa dikurangi," katanya.

Achmad juga yakin bahwa produksi bahan baku biodiesel dari minyak sawit mentah (CPO) yang dihasilkan dari Rokan Hulu dapat memenuhi kebutuhan industri di sini. Sampai saat ini, rata-rata produksi CPO Kabupaten Rokan Hulu mencapai 660.000 ton per tahun.

Ia berharap, para pengusaha perkebunan kelapa sawit dan pemilik pabrik pengolahan kelapa sawit (PKS) juga mendukung kehadiran pabrik biodiesel dengan menjual CPO untuk bahan baku energi terbarukan ini. Selama ini, sebagian besar CPO masih digunakan untuk kebutuhan ekspor, karena harganya lebih menguntungkan.

Target 5 persen

Setelah produksi berjalan lancar, Achmad optimistis bisa memenuhi 5 persen kebutuhan bahan baku energi dari biodiesel, seperti yang dicanangkan sebagai program nasional. Keberhasilan biodiesel ini juga perlu didukung dengan arus investasi di bidang tersebut.

Industri hilir pengolahan kelapa sawit, menurut Achmad, merupakan masa depan investasi sektor perkebunan yang harus terus dikembangkan. Ini penting mengingat upaya perluasan areal perkebunan kelapa sawit sudah semakin terbatas, bahkan tidak memungkinkan lagi. Oleh karena itu, selain pengolahan biodiesel, ia juga mendorong investasi di bidang pengolahan sawit seperti industri pembuatan sabun atau margarin.

Ahmad Zazali, Direktur LSM Kemitraan Pembangunan Berkelanjutan (Scale Up) mengatakan, pengembangan biodiesel harus diikuti dengan perhitungan ketersediaan bahan baku. Jangan sampai, kebutuhan industri berdampak pada perluasan kebun yang menghabisi hutan lagi.

"Biodiesel ini merupakan salah satu bentuk pemikiran ke depan untuk diversifikasi produksi hilir. Ini baik untuk menambah investasi dan lapangan kerja. Namun, perlu diperhitungkan secara matang tentang ketersediaan bahan baku agar tidak memerlukan ekspansi lahan untuk perkebunan lagi," kata Zazali.

Selain itu, penyesuaian peralatan atau kendaraan sebelum mulai memakai biodiesel, perlu juga diperhitungkan agar bahan bakar yang telah disediakan ini bisa diserap oleh pasar. (ART)

Sumber : Kembangkan Energi Biodiesel, Industri Hilir Sawit Harus Dikembangkan

» kirim ke teman
» versi cetak
revisi terakhir : 23 April 2007

  Dikelola oleh TGJ LIPI Hak Cipta © 2000-2017 LIPI