energi lihat situs sponsor
 
Senin, 19 November 2018  
 


kembali ke depan »  
Artikel-artikel populer :
» daftar artikel

Tender Kompor Gas, Pemerintah Tetapkan Harga Rp 110.000 per Unit
Andrian (Suara Karya Online)

JAKARTA (Suara Karya): Kementerian Negara Koperasi dan UKM (KUKM) menetapkan, pemerintah mematok harga maksimal untuk kompor gas satu mata tungku dalam tender pengadaan sebesar Rp 110.000 per unit. Tender dalam rangka program konversi energi dari minyak tanah ke gas elpiji ini untuk pengadaan 400.000 unit kompor gas.

Hingga Jumat (23/2) pekan lalu, lebih dari 30 perusahaan sudah mendaftar untuk ikut tender pengadaan yang diselenggarakan oleh Kementerian Koperasi dan UKM ini. Kepala Biro Umum Kemennegkop dan UKM Prakoso BS mengatakan, jumlah peserta tender tersebut kemungkinan akan bertambah karena pendaftaran baru ditutup hari ini (Senin-26/2).

Menurut Prakoso, harga maksimal sebesar Rp 110.000 untuk per unit kompor gas plus regulator dan selang. Sementara spesifikasi kompor yang diminta adalah kompor dengan satu tungku dari sebelumnya dua tungku. Penetapan harga ini disesuaikan dengan anggaran untuk pengadaan sebesar Rp 40 miliar. Sementara sekitar Rp 18,2 miliar untuk biaya distribusi dan pencacahan masyarakat yang membutuhkan kompor gas.

"Kami menetapkan maksimal harga kompor gas satu tungku sebesar Rp 110.000 per unit. Tapi kami berharap dari peserta tender ada yang bisa menawarkan di bawah," kata Prakoso di Jakarta, pekan lalu.

Dia menjelaskan, pemenang tender akan diumumkan pada pekan kedua Maret 2007, sehingga pada awal April 2007 kompor gas sudah bisa distribusikan ke masyarakat. Oleh karena itu, tender kompor gas kali ini diharapkan bisa berjalan sesuai rencana dan seluruh syarat, baik administrasi dan teknis, bisa dipenuhi oleh peserta tender.

Lebih jauh Prakoso mengatakan, panitia tender pengadaan kompor gas teridiri dari tim gabungan dari Kemennegkop dan UKM, Departemen Perindustrian, Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT).

Perusahaan yang telah mendaftar tersebut antara lain PT Pindad, PT Rinnai, PT Subur Jaya Teguh, PT Maspion, PT Arto Metal, PT Citra Surya Abadi, PT Wika, PT Dempo Mandiri, PT Sanken, dan Sugih Mukti Abadi.

Sementara itu, Departemen Perindustrian (Depperin) akan memverifikasi setiap produsen yang mengikuti tender pengadaan kompor gas dalam program konversi energi ini.

"Depperin sudah mengeluarkan spesifikasi teknis untuk lima komponen, yakni tungku kompor, regulator, selang, tabung baja 3 kg, dan katup. Ini untuk mengantisipasi adanya produsen kompor gas yang tidak memenuhi standar," kata Direktur Industri Logam Depperin I Putu Suryawirawan.

Secara terpisah, kalangan pengusaha kompos gas domestik mendesak pemerintah untuk tidak melakukan impor, karena produksi dari industri di dalam negeri sudah mencukupi. "Kami memahami harga jual kompor gas dari China lebih murah 20 persenibanding produksi dalam negeri. Tapi, nilai tambahnya justru dinikmati masyarakat di sana," kata Presdir PT Aditec Cakrawiyasa Rawono Sosrodimulyo.

Wakil Ketua Asosiasi Produsen Kompor Gas Indonesia (Apkogi) Masbudi mengatakan, dari 36 produsen kompor gas dalam negeri, total kapasitas produksi pada tahun ini diperkirakan mencapai 21,7 juta unit. Sedangkan 26 perusahaan tabung gas 3 kg domestik bisa memproduksi 13 juta unit pada tahun ini dan lima perusahaan katup memproduksi enam juta unit pada tahun ini. (Andrian)

Sumber : Tender Kompor Gas, Pemerintah Tetapkan Harga Rp 110.000 per Unit

» kirim ke teman
» versi cetak
revisi terakhir : 26 Februari 2007

  Dikelola oleh TGJ LIPI Hak Cipta © 2000-2018 LIPI