energi lihat situs sponsor
 
Kamis, 19 Juli 2018  
 


kembali ke depan »  
Artikel-artikel populer :
» daftar artikel

Kadin-Jepang Kerja Sama Kembangkan Nuklir
Andrian (Suara Karya Online)

JAKARTA (Suara Karya): Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin) Indonesia akan menjalin kerja sama di bidang nuklir dengan Jepang. Kerja sama ini merupakan pelaksanaan nota kesepahaman (memorandum of understanding/MOU) dari penandatanganan kerja sama antara dua pemimpin negara sebelumnya.

"Untuk mendukung pengembangan industri nasional di masa datang, maka diperlukan penyediaan sumber energi yang cukup besar. Sektor energi harus diarahkan untuk penganekaragaman pemanfaatan energi, baik yang terbarukan maupun yang tidak terbarukan," kata Direktur Eksekutif Kadin Indonesia Hariadi Saptadji dalam jumpa pers mengenai Prospek Penggunaan Listrik Tenaga Nuklir di Indonesia di Jakarta, Rabu (21/2).

Hal tersebut dilakukan, kata Hariadi, untuk optimasi penyediaan energi nasional yang paling ekonomis. Selain itu juga untuk mengurangi laju pengurasan sumber daya hidrokarbon secara nasional guna mendapatkan manfaat yang sebesar-besarnya.

"Dalam rangka program diversifikasi energi serta mendorong partisipasi industri nasional untuk memacu pertumbuhan industri, maka perlu dilakukan pemilihan alternatif pembangkit listrik. Khususnya untuk menyokong pasokan energi secara berkelanjutan," katanya.

Menurut Hariadi, pemerintah menentapkan kebijakan berisi proyeksi penggunaan tenaga nuklir pada 2025 yang diperkirakan sebesar dua persen. "Salah satu bentuk pelaksanaan MoU antara Indonesia dan Jepang itu adalah penyelenggaraan seminar mengenai penggunaan nuklir di Indonesia. Ini bertujuan memberikan informasi yang komprehensif mengenai energi nuklir kepada berbagai pihak dengan mendatangkan berbagai ahli dari Jepang dan Indonesia," ujarnya.

Dalam penyelenggaraan seminar itu, ujar dia, Kadin Indonesia juga bekerja sama dengan Japan External Trade Organization (Jetro) serta Badan Tenaga Nuklir Nasional (Batan). "Jepang merupakan negara yang telah sukses mengembangkan energi nuklir itu selama kurang lebih 50 tahun. Dan Jepang telah merasakan dampak buruk dari nuklir itu, tapi juga dampak positifnya bagi kehidupan bangsa," tutur dia.

Oleh karena itu, Indonesia patut belajar kepada Jepang mengenai bagaimana memanfaatkan energi nuklir secara positif dan berkesinambungan.

Sementara itu, T Mukaiyama yang mewakili pihak Jetro mengatakan, Jepang sebagai negara pelopor di Asia yang mengembangkan energi nuklir, sebelumnya dengan susah payah telah berguru kepada Amerika Serikat dan Eropa. "Sekarang sudah saatnya negara berkembang di dunia memanfaatkan energi nuklir secara positif untuk kemajuan bangsa," ucapnya.

Dia juga mengharapkan, agar seminar itu dapat memberikan informasi yang akurat dan berimbang mengenai nuklir. Hal ini mengingat begitu banyak pro dan kontra mengenai penggunaan tenaga alternatif itu.

"Tergantung bagaimana kita mengelola energi itu. Dan proses sosialisasi memang sangat diperlukan agar semua pihak termasuk dari sektor swasta pada akhirnyda dapat memahami dan memanfaatkan energi nuklir secara positif," ujarnya. (Andrian)

Sumber : Kadin-Jepang Kerja Sama Kembangkan Nuklir

» kirim ke teman
» versi cetak
revisi terakhir : 26 Februari 2007

  Dikelola oleh TGJ LIPI Hak Cipta © 2000-2018 LIPI