energi lihat situs sponsor
 
Senin, 19 November 2018  
 


kembali ke depan »  
Artikel-artikel populer :
» daftar artikel

Pembangunan Desa Mandiri Energi Dimulai Tahun 2007
Sidik Sukandar (Media Indonesia Online)

JAKARTA--MIOL: Pemerintah berencana membangun desa mandiri energi di daerah-daerah terpencil pada 2007.

Pembangunan desa mandiri energi ini untuk meringankan beban masyarakat di daerah itu akibat mahalnya harga bahan bakar minyak (BBM).

Rencana tersebut akan dibahas dan dimatangkan dalam pertemuan di Bali pada 2 Agustus yang akan datang. Pertemuan itu akan dihadiri Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Purnomo Yusgiantoro, Menteri Koordinator Perekonomian Boediono, Menteri BUMN Sugiharto, dan Menteri Koperasi dan UKM Suryadharma Ali serta sejumlah gubernur, bupati/walikota seluruh Indonesia.

Menteri Koperasi dan UKM Suryadharma Ali mengatakan rencana tersebut telah disampaikan dalam rapat terbatas kabinet yang berlangsung Sabtu (1/7) hingga Minggu (2/7) malam di Losari Caffee Plantation, Kecamatan Grabag, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah, yang dipimpin langsung Presiden Yudhoyono.

"Dipilihnya daerah remote (terpencil) itu karena di daerah tersebut harga BBM-nya sangat tinggi sehingga membebani masyarakat," kata Suryadharma Ali di Jakarta, Selasa.

Dia menambahkan, di daerah remote itu harga minyak tanah mencapai Rp10.000-Rp20.000 per liter. Karena itu, pemilihan daerah tersebut untuk dijadikan desa mandiri energi sangat cocok.

Untuk menjadi bisa menjadi desa mandiri energi, kata Suryadharama Ali, harus memenuhi beberapa persyaratan, yaitu pemerintah daerah menyiapkan lahan untuk tanaman jarak, Menteri Pertanian menyediakan bibit unggul.

Sementara, BUMN-BUMN yang memproduksi mesin pengolah biji jarak menjadi minyak bio diesel harus memberikan jaminan pemeliharaan terhadap mesin tersebut pada kurun waktu tertentu.

Suryadharma Ali mengatakan peran kementerian Koperasi dan UKM pada program Desa Mendiri Energi tersebut adalah memberikan perkuatan modal berupa mesin pembuat bio diesel.

Kementerian Koperasi dan UKM akan membeli 300 unit mesin dengan harga sekitar Rp120 juta per unit.

Satu unit mesin tersebut memiliki kapasitas mengolah 500-600 kilogram biji jarak per hari yang mampu menghasilkan minyak bio diesel sekitar 200 liter per hari.

"Bila program ini berjalan setidaknya dapat menyerap tenaga kerja dan menekan pengeluaran masyarakat di daerah itu," kata Suryadharma Ali.

Dia mengatakan, pemerintah memang tidak menargetkan produksi bio diesel di desa mandiri energi secara besar-besaran. Bagi pemerintah, yang penting hasil produk tersebut dapat mencukupi kebutuhan di daerah itu. Karena itu, pemerintah tidak mau program ini menyerap APBN yang besar.

"Kalaupun ada APBN yang dipergunakan sifatnya hanya simultan," katanya.

Menurut dia, Presiden Yudhoyono dalam rapat kabinet di Magelang mengatakan bahwa program bio energi di Indonesia harus sudah bisa dilaksanakan mulai 2007.

Pada kesempatan terpisah, Ketua Umum Dewan Koperasi Indonesia (Dekopin) Adi Sasono mengatakan Dekopin akan membuat pabrik pengolahan minyak jarak sebagai alternatif pengganti bahan bakar minyak (BBM) di Sukabumi, Jawa Barat.

Ia mengatakan kebutuhan BBM untuk angkutan kota di Jakarta setiap harinya mencapai sekitar seribu ton. Karena itu, sebaiknya pembangunan pabrik minyak jarak itu berada di dekat daerah yang banyak permintaannya itu.

(Sdk/OL-03)

Sumber : Pembangunan Desa Mandiri Energi Dimulai Tahun 2007

» kirim ke teman
» versi cetak
revisi terakhir : 4 Juli 2006

  Dikelola oleh TGJ LIPI Hak Cipta © 2000-2018 LIPI