energi lihat situs sponsor
 
Jumat, 21 September 2018  
 


kembali ke depan »  
Artikel-artikel populer :
» daftar artikel

Penggunaan Energi Nuklir jadi Agenda KTT D-8
Pikiran Rakyat (Pikiran Rakyat)

Penggunaan energi nuklir untuk tujuan damai akan menjadi topik bahasan KTT negara-negara berkembang yang tergabung dalam D-8 di Bali pada Selasa hingga Sabtu (9-13/5). Demikian disampaikan Dirjen Multilateral Deplu Mochammad Slamet Hidayat dalam jumpa pers di Bali International Convention Center (BICC), Nusa Dua, Bali, Senin (8/5).

"Dalam KTT tersebut akan disodorkan draf yang membahas beberapa isu global seperti perdagangan, investasi, pendidikan, dan kesehatan. Akan pula dibahas kerja sama D-8 untuk mengatasi krisis minyak yang dihadapi negara anggota," kata Slamet.

Dia mengatakan, perlu ada upaya negara anggota untuk bekerja sama mendorong pengembangan energi alternatif seperti biodiesel, hydropower, termasuk penggunaan energi nuklir untuk tujuan damai.

"Kita berharap sebagai tuan rumah, pembahasan draf itu diterima dengan mulus oleh anggota D-8," ujarnya.

KTT D-8 akan dihadiri enam kepala pemerintahan dan dua menteri. Kepala pemerintahan yang akan hadir adalah PM Turki, PM Pakistan, PM Malaysia, Presiden Nigeria, Presiden Iran, dan Presiden RI. Sedangkan menteri yang akan hadir adalah Menteri Luar Negeri Bangladesh dan Menteri Kerja Sama Internasional Mesir.

KTT akan diisi beberapa acara yaitu pertemuan forum bisnis yang dihadiri 200 pengusaha dari anggota D-8, dan pameran dagang yang diikuti 150 pengusaha dari negara anggota D-8.

Rencananya, peserta KIT akan menandatangani dua dokumen penting pada 13 Mei untuk mendorong perdagangan dan investasi anggota D-8, yaitu perjanjian pemberian fasilitas kemudahan perdagangan, kerja sama kepabeanan D-8 untuk kemudahan ekspor-impor dan penandatanganan deklarasi Bali mengenai sikap anggota D-8 terhadap isu global saat ini.

Pengamanan

Sedikitnya 4.000 personel diterjunkan untuk menga-mankan Konferensi Tingkat Tinggi Developing Eight (KTT D-8) yang berlangsung di Bali International Convention Center, Westin Resort Nusa Dua, Bali. Perihal pengamanan itu disampaikan Kasum TNI Let-jen Endang Suwaiya selaku Ketua Bidang Pengamanan KTT D-8, demikian siaran pers Mabes TNI di Jakarta, Senin.

Personel yang diterjunkan itu berasal dari unsur TNI, Pol-ri, dan Pemda dengan subjek pejabat sangat penting (WIP), pengawalan bermotor, penyelamatan, pengamanan instalasi dan kewilayahan. "Pengamanan KTT D-8 itu sangat diperlukan karena Pulau Dewata Bali sempat mengalami gangguan keamanan yang cukup signifikan beberapa waktu lalu," katanya.

Bali pernah menjadi target serangan teroris pada 2002 dan 2005. Dalam insiden pertama, 202 orang dilaporkan tewas, termasuk 88 turis asal Australia, sedangkan pada insiden kedua, beberapa orang juga dilaporkan tewas dan luka-luka.

D-8 adalah kelompok negara berkembang yang terdiri atas Indonesia, Bangladesh, Mesir, Iran, Malaysia, Nigeria, Pakistan, dan Turki. Organisasi yang berkantor pusat di Istanbul, Turki ini dibentuk pada Juni 1997 dengan tujuan meningkatkan kerja sama perdagangan antarnegara anggota. (A-79/Ant/Dtc)***

Sumber : Penggunaan Energi Nuklir jadi Agenda KTT D-8

» kirim ke teman
» versi cetak
revisi terakhir : 18 Mei 2006

  Dikelola oleh TGJ LIPI Hak Cipta © 2000-2018 LIPI