energi lihat situs sponsor
 
Senin, 19 November 2018  
 


kembali ke depan »  
Artikel-artikel populer :
» daftar artikel

Korsel Ingin Kerjasama Energi Ethanol Dengan Indonesia
kapanlagi.com (KapanLagi.com)

Korea Selatan menyatakan ingin bekerjasama dengan Indonesia di bidang pengembangan energi pengganti ethanol sebagai energi alternatif pengganti bahan bakar minyak (BBM).

Kami mempunyai pengalaman 50 tahun dalam hal penggunaan ethanol sebagai energi substitusi, karena itu kami mengajak Indonesia untuk menjalin kerjasama pengembangannya, karena Indonesia mempunyai bahan baku sedangkan Korea mempunyai teknologinya, kata mantan PM Korea Selatan, Dr. Chang Yuei Lim di depan diskusi yang diselenggarakan Partai Persatuan Pembangunan (PPP) di Jakarta, Selasa (24/01).

Sebagai negara yang kaya bahan baku pembuatan ethanol, yaitu singkong, Korea mengharapkan Indonesia menjadi negara terdepan ASEAN dalam mengekploitasi penggunaan ethanol sebagai bahan bakar pengganti BBM. Ia menyatakan keyakinannya, jika itu dilakukan, Indonesia akan mendapat keuntungan dalam mengatasi masalah BBM.

Korea sendiri tak punya singkong karena iklim kami tidak cocok untuk tanaman tersebut. Tapi kami mempunyai teknologinya untuk menjadikan singkong sebagai ethanol, ujarnya. Dr. Chang Yuei Lim mengatakan, beberapa waktu lalu pihaknya sudah mengadakan pembicaraan dengan Gubernur Jawa Timur untuk pengembangan industri ethanol ini, tapi belum membuahkan hasil.

Ketua Umum DPP PPP yang juga mantan Wapres, H. Hamzah Haz menyambut baik ajakan kerjasama Korea untuk mengembangkan ethanol sebagai energi substitusi BBM yang penggunaannya semakin membesar. Kerjasama kedua negara dalam hal pengembangan ethanol sebagai energi alternatif, menurutnya perlu disambut baik demi kebaikan masa depan, sebab diperkirakan permintaan BBM nantinya akan semakin besar.

Ketika menjawab pertanyaan pers seusai membuka diskusi, Hamzah mengatakan, pengembangan ethanol akan sangat membantu tatkala kebutuhan BBM untuk pembangkit tenaga listrik yang dikelola PT. PLN semakin meningkat.

Tentang rencana kenaikan tariff dasar listrik (TDL) sampai sekitar 100 persen, Hamzah mengatakan, masalahnya tidak sekedar setuju atau tidak setuju terhadap rencana kenaikan TDL itu. Tapi juga harus diperhitungkan dampaknya, jangan sampai pertumbuhan ekonomi mandeg dan pengangguran semakin banyak, ujarnya.

Politisi wanita PPP, Ny. Aisyah Aminy juga menyambut positif kerjasama Korsel-Indonesia dalam pengembangan ethanol sebagai sumber energi alternatif. Tapi menurutnya, industri ethanol sebaikknya difokuskan pengembangannya di Sumatera, mengingat pulau tersebut sangat kaya dan cocok untuk pengembangan singkong. Saya kira, pemerintah harus segera mengembangkan energi alternatif pengganti minyak. Rencana-rencana yang sudah ada mestinya segera dilakukan, demikian Aisyah Aminy SH. (*/lpk)

Sumber : Korsel Ingin Kembangkan Kerjasama Energi Ethanol Dengan Indonesia

» kirim ke teman
» versi cetak
revisi terakhir : 7 Februari 2006

  Dikelola oleh TGJ LIPI Hak Cipta © 2000-2018 LIPI