energi lihat situs sponsor
 
Kamis, 19 Juli 2018  
 


kembali ke depan »  
Artikel-artikel populer :
» daftar artikel

Briket Batu Bara dan Minyak Jarak Mulai Digunakan pada 2006
Indra (Suara Karya Online)

Jumat, 14 Oktober 2005

Alokasi dana subsidi BBM akan berkurang antara Rp 9-11 triliun saat masyarakat mulai menggunakan bahan bakar alternatif seperti minyak jarak serta briket batu bara. Pemerintah mengharapkan pada 2006 masyarakat dan dunia usaha sudah mulai menggunakan bahan bakar alternatif tersebut.

"Kalau saya tidak salah, angkanya (subsidi BBM) berkurang antara Rp 9 hingga Rp 11 triliun," kata Menko Perekonomian Aburizal Bakrie usai rapat koordinasi penggunaan bahan bakar alternatif di kantor Wapres Merdeka Selatan, Kamis (13/10).

"Dalam rapat tadi (kemarin) dibahas semua, target operasional dari berbagai jenis energi. Sebulan lagi semua harus sudah siap, secara rinci dan secara paket," ujar Menko Aburizal Bakrie.

Menurut Ical-sapaan Aburizal Bakrie, pemerintah percaya energi alternatif pengganti bahan bakar minyak (BBM) dapat segera digunakan dan mengurangi pemakaian BBM. Untuk produksi minyak jarak pemerintah mempersiapkan lahan 10 persen dari kebutuhan energi nasional.

"Di seluruh Indonesia adalah 10 persen. Tadi dikatakan penggantian minyak tanah kurang lebih 20 persen, penggantian minyak diesel 10 persen. Berdasarkan itu, nanti dihitung berapa hektare-nya (lahan untuk tanaman jarak)," kata Ical.

Dia menjelaskan, pada semester pertama 2006 sudah dilakukan penanaman, dan pada semester kedua energi alternatif dari minyak jarak itu sudah digunakan. Sementara untuk briket batu bara, kata Ical, 2006 satu juta tungku briket batu bara akan dimasukkan ke dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

"Jumlah 10 juta tungku briket baru tercapai pada 2009. Sedangkan pada 2006 membuat hanya satu juta tungku karena harus meningkatkan produksi terlebih dahulu. Jangan sampai memproduksi tungku tetapi tidak dipakai," ujar Ical.

Sebelum melangkah ke penggunaan tungku briket batu bara, mantan Ketua Umum Kadin tersebut berpendapat perlu mengubah mental masyarakat dari terbiasa dengan minyak tanah ke penggunaan briket batu bara. Pemerintah perlu melakukan sosialisasi. "Menteri Negara Pemberdayaan Perempuan ditugaskan untuk melakukan sosialisasi pemakaian briket batu bara karena yang memasak biasanya adalah perempuan," kata dia.

Menteri Meutia Hatta mengatakan, untuk tahap pertama akan dilakukan sosialiasi di DKI Jakarta, Jawa Barat, dan di Sumatera yang memiliki tambang batu bara. Setelah itu, akan dilakukan sosialisasi penggunaan briket batu bara di seluruh provinsi.

Dalam melakukan sosialiasi itu, Meutia akan meminta pihak lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) untuk menjelaskan kekurangan dan kelebihan briket batu bara sebagai bahan bakar alternatif selain minyak tanah dan gas.

Bakrie juga mengatakan, satu bulan mendatang tim ekonomi yang tengah merancang penggunaan energi alternatif itu akan kembali menemui Wapres Kalla. "Pertemuan nanti untuk menjelaskan kepada Wapres peraturan-peraturan yang dibutuhkan untuk mempermudah," kata Ical.

Dirut PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) Eddie Widiono, yang hadir dalam rapat koordinasi tersebut, mengatakan ada dua juta kiloliter BBM yang dikonsumsi Pembangkit Listrik Tenaga Diesel (PLTD) di seluruh Indonesia dan itu tidak mudah menggantinya. "Jadi lebih baik kita membangun pembangkit-pembangkit listrik berbahan bakar batu bara yang nantinya akan dapat menurunkan beban biaya penggunaan BBM," ujar dia. (Indra)

Sumber : Briket Batu Bara dan Minyak Jarak Mulai Digunakan pada 2006

» kirim ke teman
» versi cetak
revisi terakhir : 18 Oktober 2005

  Dikelola oleh TGJ LIPI Hak Cipta © 2000-2018 LIPI