energi lihat situs sponsor
 
Kamis, 19 Juli 2018  
 


kembali ke depan »  
Artikel-artikel populer :
» daftar artikel

PT RNI Tanam Modal untuk Minyak Jarak
MAR

PT Radjawali Nusantara Indonesia menanamkan modal senilai Rp 20 miliar secara bertahap untuk memproduksi minyak jarak, menggantikan minyak bakar kebutuhan pabrik gula. Minyak jarak diharapkan sudah bisa diproduksi tahun depan dan bertahap untuk mengurangi ketergantungan terhadap minyak bakar.

Direktur Utama PT Radjawali Nusantara Indonesia (RNI) Rama Prihandana di Jakarta, Jumat (12/8), mengatakan, harga BBM yang terus meningkat menjadikan pihaknya harus inovatif. Salah satunya, kemungkinan menggunakan biji jarak untuk pembuatan minyak jarak yang bisa menggantikan bahan bakar itu.

Saat ini kebutuhan BBM untuk pabrik gula di lingkungan PT RNI mencapai 16 juta liter. Kebutuhan sebanyak itu bisa dikurangi hingga menjadi 10 juta liter setelah PT RNI memanfaatkan energi alternatif dengan memanfaatkan daun tebu kering, gergajian kayu, dan sekam padi. Namun, dengan kebutuhan BBM sebanyak 10 juta liter, masih sangat membebani.

Rama menyebutkan, harga saat ini untuk minyak bakar industri berupa residu yang digunakan untuk pembakaran mesin uap sekitar Rp 4.000 per liter. Bila investasi pembuatan minyak jarak berhasil, kebutuhan biaya BBM bisa diturunkan karena harga pokok produksi minyak jarak hanya Rp 1.800-Rp 2.000 per liter.

Investasi minyak jarak itu sendiri saat ini sampai pada tahap percobaan penanaman pohon jarak di sebuah perkebunan di Cirebon. Areal percobaan itu sekitar 40 hektar. Areal penanaman pohon jarak setidaknya akan mencapai sekitar 3.500 hektar dengan hasil untuk satu pabrik sekitar tiga juta liter. Untuk menutup kebutuhan bahan bakar itu paling tidak perlu empat pabrik minyak jarak.

Rama optimistis bila rencana ini berjalan lancar, penanaman massal pohon jarak akan dilakukan pada Oktober hingga November 2005 dan pembangunan pabrik pada awal tahun depan. Pada Mei 2006 pabrik minyak jarak ini sudah bisa berproduksi karena pohon jarak pada umur tujuh bulan mulai menghasilkan biji jarak.

Investasi untuk satu pabrik butuh sekitar Rp 8 miliar.

Sumber : Kompas (13 Agustus 2005)

» kirim ke teman
» versi cetak
revisi terakhir : 13 Agustus 2005

  Dikelola oleh TGJ LIPI Hak Cipta © 2000-2018 LIPI