energi lihat situs sponsor
 
Kamis, 19 Juli 2018  
 


kembali ke depan »  
Artikel-artikel populer :
» daftar artikel

Filipina buka pembangkit tenaga angin terbesar
BBC Indonesia (BBC)

Pembangkit tenaga angin komersial terbesar Asia Tenggara mulai memasok listrik ke Filipina utara setelah dibuka Sabtu. Pembukaan ini juga menandai penghentian semua impor dengan mengembangkan sumber energi dalam negeri yang dapat didaur ulang.

Kincir raksasa berputar di propinsi Filipina utara yang terpencil dan banyak angin. Kincir ini membawa kehidupan baru bagi usaha negara itu mendayagunakan sumber energi alamiahnya.

Filipina seperti juga negara asia lainnya, sangat tergantung pada minyak impor. Mereka ingin mengurangi biaya bahan bakar dengan menggunakan energi yang dapat didaur ulang seperti angin dan gelombang.

Bahkan panas gunung berapi, yang mirip dengan sumber mata air hangat, digunakan untuk menghasilkan uap bagi turbin listrik.

Sumber tenaga angin di propinsi Ilocos Norte ini adalah langkah penting untuk mengurangi emisi gas rumah kaca dan memperbaiki kualitas udara di Filipina.

Proyek senilai 44 juta dolar itu dibangun Pengembangan Tenaga Angin Utara, konsorsium penanam modal Filipina dan Denmark yang 90idanai Badan Pengembangan Internasional Denmark.

Terdapat 15 turbin angin dengan kapasitas 25 megawat untuk memasok listrik bagi pelanggan Jaringan Koperasi Listrik Filipina.

Dengan proyek ini, Filipina akan menjadi produser tenaga angin terbesar di Asia Tenggara. Filipina berencana membuat pembangkit tenaga angin yang lebih besar dari yang telah ada di Korea Selatan, India dan Cina.

Mentri energi Rafael Lotila mengatakan Filipina harus berusaha keras mengontrol sumber energinya, dan tidak tergantung pada harga minyak dunia yang tidak menentu.

Dana Dunia bagi Alam, WWF mengatakan Filipina dapat berhemat hampir 3 milyar dolar jika menghentikan impor bahan bakar dan menggunakan energi alamiah dalam 10 tahun ke depan.

Kekuatan angin di negara itu mampu menerangi 19 juta rumah.

Sumber : www.bbc.co.uk/indonesian

» kirim ke teman
» versi cetak
revisi terakhir : 18 Juni 2005

  Dikelola oleh TGJ LIPI Hak Cipta © 2000-2018 LIPI