energi lihat situs sponsor
 
Senin, 19 November 2018  
 


kembali ke depan »  
Artikel-artikel populer :
» daftar artikel

Tingkatkan Daya Saing Hotel dengan Menghemat Energi
ind

Berkurangnya persediaan minyak bumi di Indonesia dan melonjaknya harga bahan bakar minyak membuat sektor industri perhotelan kelimpungan. Banyak hotel mencoba menutup membengkaknya pengeluaran energi dengan cara menaikkan tarif. Langkah ini menjadi bumerang karena hotel yang menaikkan tarif akan kalah bersaing dengan hotel-hotel lain.

Demikian terungkap dalam seminar "Peluang Efisiensi Energi pada Industri Perhotelan" di Jakarta, Kamis (12/5). Seminar yang diikuti pengelola hotel di DKI dan pejabat pemerintah itu diselenggarakan oleh Yayasan Pelangi.

Direktur Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ratna Ariati mengatakan, program penghematan energi bisa menguntungkan kalangan industri karena bisa menghemat biaya pengeluaran 15-30 persen.

Sejak tahun 2002, Departemen ESDM membuat program kemitraan konservasi energi. Namun, sampai sekarang program itu baru diikuti 15 pengelola bangunan komersial, beberapa di antaranya adalah hotel.

Sejak bulan September 2004 tiga hotel di Jakarta menjadi proyek percontohan efisiensi energi, yaitu Graha Wisata Kuningan, Graha Wisata Cibubur, dan Hotel Twin Plaza.

Pemakaian lampu yang dikurangi dari 12 jam per hari menjadi 10 jam per hari bisa menghemat 70 persen dari biaya listrik atau sebesar Rp 6 juta per bulan. Penghematan ini tidak butuh investasi besar, hanya membutuhkan kedisiplinan staf hotel. Penghematan pemakaian AC tanpa mengurangi kenyamanan juga bisa mengurangi biaya hingga Rp 4 juta per bulan.

Sumber : Kompas (13 Mei 2005)

» kirim ke teman
» versi cetak
revisi terakhir : 13 Mei 2005

  Dikelola oleh TGJ LIPI Hak Cipta © 2000-2018 LIPI