energi lihat situs sponsor
 
Kamis, 19 Juli 2018  
 


kembali ke depan »  
Artikel-artikel populer :
» daftar artikel

Parangtritis Simpan Potensi Energi Terbarukan
AU/V-4

YOGYAKARTA (Media): Parangtritis, Kabupaten Bantul, memiliki potensi sumber energi terbarukan cukup besar yang sampai saat ini belum dimanfaatkan.

"Setidaknya ada energi surya, ombak, dan energi angin yang masih belum dimanfaatkan," kata Kepala Pusat Studi Energi Universitas Gadjah Mada Yudhi Utomo Imardjoko kepada wartawan di Yogyakarta, kemarin.

Didampingi Direktur Peduli Parangtritis (Pe-Patri) HM Nasruddin Anshory CH, Yudhi mengatakan, potensi yang ada di Parangtritis itu jika dimanfaatkan akan banyak memberi keuntungan kepada masyarakat sehingga tidak lagi harus mengandalkan pasokan dari PLN, yang kini mulai mengalami kelebihan beban.

Menurut Yudhi, di negara-negara maju, orang sudah banyak yang mulai mengalihkan dari energi minyak dan gas ke energi lainnya yang disebut sebagai energi terbarukan (renewable). Ia menambahkan, perpindahan dari energi minyak dan gas ke energi terbarukan itu di sejumlah negara maju melalui fase antara, yaitu energi nuklir. Sedangkan di Indonesia sendiri, jelas Yudhi, kesulitan untuk memanfaatkan energi nuklir karena adanya pemahaman dan penerimaan masyarakat terhadap nuklir yang relatif masih rendah.

Karena itu, lanjut Yudhi, Pusat Studi Energi Universitas Gadjah Mada mengambil posisi untuk tidak memasuki fase antara. Tetapi menuju energi terbarukan sebagai jawaban bagi kita yang memerlukan keunggulan energi. Ia mengemukakan, dari berbagai kajian dan penelitian, Pusat Studi Energi Universitas Gadjah Mada Yogyakarta memilih energi surya, bukan energi biomassa dan biogas. Alasan pemilihan itu, katanya, matahari sebagai sumber energi terbarukan untuk Indonesia memiliki tingkat ketersediaan paling mudah dibanding yang lainnya.

"Di Parangtritis, energi surya ini melimpah," katanya.

Menurut dia, energi surya sangat mudah ditemukan hampir di seluruh kawasan Indonesia dengan waktu penyinaran yang optimal, yakni antara empat hingga delapan jam per hari dan tidak hanya pada satu daerah saja, tetapi sampai ke desa-desa yang sampai saat ini belum terjangkau jaringan listrik PLN.

Diakuinya, daya pasok energi surya ini relatif kecil. Tetapi jika diusahakan oleh jutaan orang maka akan menjadi besar. Yudhi mencontohkan, untuk kawasan pantai sepanjang pantai utara (pantura) Jawa, daya yang terkumpul akan dapat menjadi besar dan signifikan. Hal itu tentu bisa mengatasi kekurangan pasokan listrik PLN.

Yudhi menambahkan, listrik tenaga surya ini juga bisa dimanfaatkan untuk mendukung pengoperasian peranti elektronik, seperti mesin ATM, wartel, dan sebagainya.

Sumber : Media Indonesia (9 Juni 2003)

» kirim ke teman
» versi cetak
revisi terakhir : 1 Januari 2005

  Dikelola oleh TGJ LIPI Hak Cipta © 2000-2018 LIPI