energi lihat situs sponsor
 
Jumat, 21 September 2018  
 


kembali ke depan »  
Artikel-artikel populer :
» daftar artikel

PLN Distribusi Jateng/DIY Gandeng ITB guna Tekan Susut Energi
142

SEMARANG - PT PLN (Persero) Distribusi Jawa Tengah dan DI Yogyakarta melakukan kerja sama dengan Departemen Elektro Fakultas Teknologi Industri ITB, guna menekan susut energi listrik yang terjadi di wilayah kerjanya.

Penandatanganan naskah kerja sama dilakukan General Manager PT PLN Distribusi Jawa Tengah dan DI Yogyakarta, Ir Sam Rasosia, dan Ketua Departemen Elektro Fakultas Teknologi Industri ITB, Dr Ir Isnuwardianto di Kantor PLN Distribusi Jateng/DIY Jalan Teuku Umar 47 Semarang, Selasa (13/5).

Ir Sam Rasosia didampingi Asisten Manajer Humas PT PLN Distribusi Jateng/DIY, Ir Embut Subiyanto kepada pers, Rabu (14/5) mengatakan, perhitungan susut teknis dan non-teknis selama ini banyak mengalami kendala dan hasilnya belum akurat.

Dengan kerja sama ini, dilakukan pekerjaan membuat software (perangkat lunak) perhitungan susut teknis dan nonteknis serta penelusuran susut, sehingga dengan perangkat lunak ini dapat dihitung besar susut teknis dan nonteknis secara baik, dan dapat memberikan indikasi penggunaan tenaga listrik yang tidak wajar/mencurigakan pada daerah-daerah tertentu.

"Hasil perhitungan ini akan digunakan untuk menyusun Program Penurunan Susut di wilayah kerja PT PLN Distribusi Jateng/DIY dan diharapkan dapat menurunkan susut," ujar Sam Rasosia.

Dijelaskan, dari hasil perhitungan dan pengukuran yang dilakukan melalui metode tertentu dan sejumlah sampel jaringan distribusi, khususnya di Area Semarang dan sekitarnya, ditemukan kesimpulan atas susut jaringan distribusi, yakni susut teknis berkisar antara 5-13,8 persen, dengan angka rata-rata 9,58 persen.

Menurut hasil kajian tersebut, di Area Semarang masih terdapat beberapa jaringan distribusi yang susut teknisnya masih dapat diturunkan dengan lebih meningkatkan kegiatan pemeliharaan dan perbaikan/pergantian material terpasang.

Sedangkan susut non-teknis, lebih banyak disebabkan oleh masih sering terjadinya kesalahan dalam pembacaan meter, administrasi pelanggan dan penggunaan aliran listrik secara tidak sah, baik oleh pelanggan maupun non-pelanggan.

Waktu yang diperlukan untuk melakukan pekerjaan pembuatan perangkat lunak Perhitungan Susut Teknis dan Nonteknis, serta Penelusuran Susut itu sendiri, menurut Ketua Departemen Elektro Fakultas Teknologi Industri ITB, Ir Isnuwardianto, meliputi kegiatan pengumpulan data, pengukuran di lapangan, pemodelan, pengembangan software, aplikasi, penyusunan laporan serta presentasi akhir yang dilaksanakan selama 180 hari kalender oleh Tim Susut Distribusi Jateng dan DIY-Departemen Teknik Elektro ITB.

Menurut Sam Rasosia, untuk bisa mencapai target susut sebesar 8,8 persen, antara lain diperlukan penambahan gardu induk. Sebab jaringan distribusi yang ada terlalu panjang, sementara tidak ada penambahan gardu induk yang cukup memadai.

Selain itu jaringan distribusi menggunakan kawat terbuka yang bisa menyebabkan susut lebih besar dibandingkan kawat tertutup. Pihaknya akan berkonsultasi dengan ITB soal berapa banyak gardu induk yang harus dibangun, agar target susut itu bisa tercapai. Hasil konsultasi itu kemudian akan disampaikan ke PLN Pusat, karena untuk membangun gardu induk dibutuhkan biaya yang besar.

"Dengan menggunakan model aplikasi dari ITB ini, selain di Area Semarang dan sekitarnya, kami juga akan melakukan survei di area pelayanan lainnya sehingga nanti bisa diketahui peta susut energi di PLN Jateng dan DIY. Kami berharap susut bisa kurang dari satu digit," ujarnya. (

Sumber : Suara Pembaruan (17 Mei 2003)

» kirim ke teman
» versi cetak
revisi terakhir : 1 Januari 2005

  Dikelola oleh TGJ LIPI Hak Cipta © 2000-2018 LIPI