energi lihat situs sponsor
 
Senin, 19 November 2018  
 


kembali ke depan »  
Artikel-artikel populer :
» daftar artikel

AC Heat Pipe Lebih Hemat Energi
war

Anggapan orang, Indonesia tidak mampu menciptakan produk berteknologi inovatif, sering terlontar di luar maupun dalam negeri sendiri. Padahal kenyataannya sudah muncul pakar teknologi yang mampu memenangkan penghargaan dalam ajang ASEAN Energy Awards 2004 beberapa waktu lalu. Teknologinya terkait dengan inovasi produk air conditioning (AC) yang cocok untuk negara tropis.

Penghargaan untuk kategori Special Submission dan Tropical Building tersebut diberikan untuk John Budi Harjanto yang sehari-hari menjadi dosen Fakultas Teknik Mesin Unika Atma Jaya Jakarta. Ini adalah penghargaan pertama bagi Indonesia setelah selama empat tahun mengikuti ajang perlombaan. Sebelumnya hanya ada tiga negara yang mendominasi yaitu Singapura, Malaysia, dan Thailand.

"Keunikan dari air conditioning ini adalah menghasilkan suatu pendinginan sekaligus pengembunan uap air yang cocok untuk daerah tropis, sesuai dengan Standar Nasional Indonesia (SNI) tanpa perlu menambah listrik maupun energi tambahan," ungkap John Budi yang juga menjabat Presiden Direktur PT Metropolitan Bayu Industri dalam siaran persnya.

Dijelaskannya, kebanyakan desain AC yang beredar di ASEAN dan khususnya Indonesia, sebenarnya memakai desain negara subtropis seperti Jepang, Amerika Serikat, maupun Eropa yang rata-rata mempunyai empat musim dan udara musim panasnya adalah panas dan kering. Jadi berbeda dengan Indonesia yang mempunyai iklim tropis yaitu panas dan lembab.

Bila memakai AC berdesain dari negara subtropis tersebut, maka efek yang ditimbulkan adalah kelembaban relatif lebih besar dari 60

Sumber : Media Indonesia (19 Agustus 2004)

» kirim ke teman
» versi cetak
revisi terakhir : 2 Desember 2004

  Dikelola oleh TGJ LIPI Hak Cipta © 2000-2018 LIPI