energi lihat situs sponsor
 
Rabu, 18 Juli 2018  
 


kembali ke depan »  
Artikel-artikel populer :
» daftar artikel

Bayam Tenagai Laptop?
ap/bag (Jawa Pos)

"Makan bayammu!" Mungkin, kalimat sering dikumandangkan seorang ibu pada anaknya. "Sebab itu akan membantu pertumbuhan tulangmu, bisa mentenagai laptop, dan bahkan mengisi ulang tenaga ponsel kamu." Ok, mungkin tidak ada ibu di dunia ini yang pernah mengatakan dua hal terakhir. Tapi para ilmuwan di Massachusetts Institute of Technology telah melakukannya.

Dalam beberapa dekade terakhir, usaha ilmuwan untuk mengombinasikan unsur organik dengan elektronik selalu gagal. Kunci permasalahannya terletak pada proses pemisahan protein fotosintesis yang diambil dari energi matahari.

Sempat muncul solusi, yaitu menambahkan unsur air dan garam untuk menjaga kelangsungan hidup protein tersebut. Namun hal ini justru membuat perangkat elektronik rusak.

Hingga Shuguang Zhang, associate director dari MIT's Center for Biomedical Engineering menemukan bahwa dinding protein yang disebut detergent peptides dapat dimanipulasi untuk menjaga kelangsungan hidup protein. Dengan demikian, protein dapat dipertahankan hingga tiga minggu setelah adanya kontak dengan benda elektronik.

"Menstabilkan kelangsungan hidup protein sangatlah penting," ujar Zhang, kata Zhang yang berkolaborasi dengan para peneliti dari MIT, Univerity of Tennessee, dan U.S. Naval Research Laboratory.

Para ilmuwan kemudian menciptakan "sandwich bayam". Bayam dipilih karena murah dan dijual secara luas. Selain itu, bayam dapat mengisolasi protein di dalam sel-selnya.

Lapisan teratas dari kaca dibungkus dengan material konduktif dan lapisan tipis emas membantu reaksi kimia yang terjadi. Di tengahnya, campuran bayam-peptida diletakkan pada semikonduktor organik yang mencegah terjadinya korsleting dan melindungi protein kompleks dari lapisan terbawah yang berupa logam. Dengan penyinaran pada "sandwich", para peneliti dapat membuat aliran listrik kecil.

Memang, bila hanya satu, energi yang didapat tidak banyak. Tapi, bila ada sejuta, energi yang didapat akan cukup untuk mensuplai suatu alat. Saat ini, aplikasi "sandwich" ini masih belum dapat digunakan sepenuhnya. Mungkin, nantinya teknologi ramah lingkungan ini digunakan sebagai energi cadangan untuk peralatan portable. (ap/bag)

Sumber : Jawa Pos (28 September 2004)

» kirim ke teman
» versi cetak
revisi terakhir : 31 Oktober 2004

  Dikelola oleh TGJ LIPI Hak Cipta © 2000-2018 LIPI