energi lihat situs sponsor
 
Senin, 19 November 2018  
 


kembali ke depan »  
Artikel-artikel populer :
» daftar artikel

Jepang Beri Pinjaman Rp 42 triliun
(ant) (sh)

Pemerintah Jepang memberikan pinjamana kepada Pemerintah Indonesia sebanyak 104,634 miliar yen atau Rp 8,42 triliun yang akan digunakan untuk mendanai proyek pembangunan infrastruktur seperti penyediaan listrik, transportasi kereta api dan fasilitas pelabuhan di Indonesia.

"Tujuan pemberian pinjaman ini adalah untuk meningkatkan iklim investasi di Indonesia guna mencapai pertumbuhan ekonomi yang berkesinambungan yang dimotori oleh investasi swasta,"kata Konselor Ekonomi Kedubes Jepang di Indonesia Satoshi Suzuki sebelum penandatanganan naskah Pertukaran Nota antara kedua pemerintahan di Jakarta, Rabu.

Penandatanganan naskah Pertukaran Nota mengenai pinjaman tersebut dilakukan oleh Dirjen Asia Pasifik dan Afrika Deplu Makarim Wibisono dan Dubes Jepang untuk Indonesia Yutaka Iimura yang mewakili pemerintah masing-masing. Dijelaskan oleh Suzuki, dana pinjaman yang tingkat suku bunganya antara 0,75 - 1,3 persen akan digunakan untuk membiayai tujuh proyek.

Ke tujuh proyek tersebut adalah proyek perluasan PLTG Tanjung Priok senilai Rp4,724 triliun, proyek rehabilitasi dan gasifikasi pembangkit listrik Semarang senilai Rp699 miliar, proyek pembangkit listrik panas bumi Lahendong senilai Rp472 miliar, pembangunan rel kereta api ganda di jalur selatan Jawa senilai Rp833 miliar, proyek rehabilitasi dan perbaikan pelabuhan ikan Jakarta senilai Rp27 miliar. Dana pinjaman tersebut juga akan membiayai proyek pengembangan sistem telekomunikasi laut senilai Rp448 miliar dan proyek rehabilitasi mendesak Pelabuhan Tanjung Priok sekitar Rp970 miiar.

Dikatakannya, jumlah pinjaman yen yang diberikan kepada Indonesa untuk tahun fiskal 2003 meningkat 17 persen dibandingkan dengan tahun fiskal sebelumnya. "Indonesia merupakan negara ke dua terbesar di antara semua negara penerima pinjaman yen setelah India,"katanya dengan menambahkan Cina berada di urutan ke tiga. Pemerintah Jepang sebagai salah satu negara donor terbesar bagi Indonesia, akan terus membantu Indonesia dalam melaksanakan usaha-usaha reformasi di berbagai bidang, tambahnya.

Proyek perluasan PLTG Tanjung Priok adalah proyek pembangunan perluasan pembangkit listrik yang dibangun untuk memenuhi kebutuhan jaringan listrik Jawa-Bali melalui peningkatan kapasitas pengadaan tenaga listrik. Pembangkit listrik ini nantinya akan memiliki kapasitas maksimum sebesar 720 MW dan akan dioperasikan secara komersial pada 2007.

Persyaratan pinjaman untuk proyek perluasan PLTG Tanjung Priok, rel kereta api ganda di Jalur Selatan Jawa, proyek rehabilitasi dan perbaikan pelabuhan ikan Jakarta, proyek pembangunan sistem telekomunikasi laut dan proyek rehabilitasi mendesak pelabuhan Tanjung Priok adalah masa pengembalian 20 tahun setelah masa tenggang waktu (grace period) 10 tahun dan tingkat suku bunga sebesar 1,3 persen per tahun.

Selanjutnya, persyaratan pinjaman untuk proyek rehabilitasi dan gasifikasi pembangkit listrik Semarang dan proyek pembangkit listrik panas bumi Lahendong adalah masa pengembalian 28 tahun setelah tenggang waktu 12 tahun dengan tingkat suku bunga 0.75 persen per tahun. (ant) (sh)

Sumber : Waspada Online, 31 Maret 2004

» kirim ke teman
» versi cetak
revisi terakhir : 7 April 2004

  Dikelola oleh TGJ LIPI Hak Cipta © 2000-2018 LIPI