energi lihat situs sponsor
 
Senin, 19 November 2018  
 


kembali ke depan »  
Artikel-artikel populer :
» daftar artikel

Panasnya Bumi di Kawah Darajat
Deni/

WILAYAH Jawa Barat sangat kaya dengan potensi panas buminya. Hingga saat ini terdapat tiga daerah sumber panas bumi yang dijadikan Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) yaitu Kamojang, Karaha Bodas, dan Kawah Darajat. Listrik yang diproduksi dengan panas bumi adalah energi ramah lingkungan dan sekaligus energi terbaru. Prosesnya sendiri merupakan proses emisi rendah yang secara alami menggunakan uap dari daerah vulkanik untuk membangkitkan listrik.

Energi panas bumi adalah sumber energi yang akan menikmati penghasilan tambahan dari penghasilan Clean Development Mechanism (CDM) untuk Certified Emission Reduction. Penghasilan dari CDM inilah yang menciptakan daya tarik investor untuk mengembangkan dan meneruskan projek ini secara ekonomis.

PLTP Kawah Darajat dikelola oleh Amoseas Indonesia Inc. Amoseas adalah salah satu anak perusahaan dari ChevronTexaco yang kini juga merupakan induk dari PT Caltex Pasific Indonesia (CPI). Amoseas berhasil memenangkan projek panas bumi Darajat lewat tender terbuka, dan menjadi pionir dalam projek panas bumi yang ditandatangani tahun 1984. Pada saat itu, Amoseas bermitra dengan PT Pertamina dalam joint operation contract (JOC) dan PT PLN dalam kontrak energy sales contract.

Saat ini Amoseas mengoperasikan projek pembangkit Darajat I yang menghasilkan 55 MW mulai beroperasi November 1994, yang dioperasikan oleh PLN, sepenuhnya menggunakan uap hasil panas bumi dari ladang panas bumi Amoseas. Sedangkan Pembangkit Darajat II dibangun dan dioperasikan oleh Amoseas sejak 2000 dan memproduksi lebih dari 90 MW. Amoseas saat ini sedang mengevaluasi perluasan projek panas bumi ini dengan merencanakan pembangunan pembangkit baru dengan kapasitas yang direncanakan 100 MW yang dinamakan Darajat III. Mereka bermitra dengan PT Darajat Geothermal Indonesia (PT DGI) dalam pengembangan projek PLTP Darajat tersebut.

Keberadaan serta rencana pengembangan ini justru mendapatkan tentangan dari pemerintah daerah yang merasa tersisihkan selama ini. Dilatarbelakangi oleh sangat minimnya PAD Garut tiap tahunnya, Pemkab Garut terus berusaha agar mereka dilibatkan terutama dalam perimbangan keuntungannya. "Kita yang punya daerah, kerusakan lingkungan pun kita yang tanggung, tetapi kita tak dapatkan sepeser pun dari mereka kecuali PBB dan PPh. Panas bumi PT Amoseas sama sekali belum terasa panasnya di Kabupaten Garut," tutur Ketua DPRD Garut, Drs. Ir. Iyos Somantri. (Deni/"PR")***

Sumber : Pikiran Rakyat, 5 Maret 2004

» kirim ke teman
» versi cetak
revisi terakhir : 7 April 2004

  Dikelola oleh TGJ LIPI Hak Cipta © 2000-2018 LIPI