energi lihat situs sponsor
 
Jumat, 21 September 2018  
 


kembali ke depan »  
Artikel-artikel populer :
» daftar artikel

1.000 Kincir Angin Sepanjang Jalan Anyer-Panarukan
Redaksi KOMPAS

1.000 Kincir Angin Sepanjang Jalan Anyer-Panarukan

DALAM rangka menyongsong Hari Bumi dan Tahun Padi Nasional tahun 2004 yang dicanangkan Pemerintah Indonesia, Yayasan Heritage Bogor (YHB) menyusun program pemasangan 1.000 buah kincir angin pompa air "Egra" (energi gratis) sepanjang jalur pantura dari Anyer Provinsi Banten sampai Panarukan Jatim. Rencana ini akan dicanangkan tahun 2004 .

Demikian diungkapkan Hasan Hambali, pendiri YHB kepada Kompas, Minggu (30/11) siang. Kegiatan ini, sebut Hasan, dirancang tahun 2003 dan direncanakan dilaksanakan dari awal sampai akhir tahun 2004. "Ini dimaksudkan untuk menggugah kesadaran seluruh lapisan masyarakat terhadap pentingnya ketahanan pangan nasional dan penghargaan terhadap Bumi yang senantiasa dieksploitasi," papar Hasan.

Tujuan lain, untuk memasyarakatkan teknologi sederhana, tepat guna, dan ramah lingkungan. Teknologi sederhana itu, misalnya dengan cara memanfaatkan tenaga angin sebagai tenaga pemompa air sehingga lahan di musim kemarau dapat terus dimanfaatkan untuk membantu peningkatan produksi.

"Pemasangan kincir angin pompa air sepanjang pantura ini, membantu pemerintah meningkatkan produktivitas lahan pertanian agar mampu menghasilkan produk-produk pertanian yang berkualitas tinggi dalam rangka meningkatkan ketahanan pangan nasional," kata Hasan.

Alumnus ITB tahun 1986 yang kini menjadi komisaris sebuah Hotel Salak di Kota Bogor ini, pada akhir Agustus menemukan peralatan sederhana yakni sebuah kincir angin untuk menggerakkan pompa air. Teknologi sederhana yang merupakan buah ketekunannya selama empat bulan ini, diberi nama Egra kepanjangan dari energi gratis (Kompas 6 September). "Kincir ini sangat menghemat biaya operasi karena tanpa bahan bakar, dan sumber energi angin yang digunakan tak terbatas dan gratis lagi," kata Hasan. Ia kemudian dengan gembira menambahkan bahwa sejumlah pembaca Kompas berdatangan untuk belajar membuat kincir tersebut.

Kincir pompa air Egra kini dipasang di kebun mangganya di daerah Indramayu seluas 10 hektar. Satu kincir ini, mampu mengairi kebun mangga seluas empat hektar. Kincir itu berputar sepanjang hari, dari pagi sampai malam. "Air yang keluar dari pompa air itu disalurkan ke lahan melalui parit sekeliling kebun. Air itu menyirami lahan lalu menyerap ke dalam tanah, selanjutnya dipompa dan disiramkan untuk membasahi lahan, menyerap lagi, dan seterusnya. Dengan demikian, kekeringan teratasi oleh kincir pompa air Egra," katanya. Disebutkan YHB telah menyumbangkan kincir angin Egra untuk petani di Karawang.

Bila kelak kincir pompa air terlaksana pemasangannya di sepanjang jalur pantura, masyarakat sekitar lokasi kincir pompa air khususnya para petani dapat memanfaatkan kincir angin untuk memompa air dari sumur bor yang biasanya menggunakan tenaga tangan atau motor diesel.

"Kelompok petani juga dapat membuat dan mengembangkan kincir angin sejenis. Selain pengoperasiannya sederhana, biaya pembuatannya relatif murah, tahan lama, dan besar manfaatnya," kata Hasan.

Selain itu, menurut Hasan, alat tersebut berpotensi meningkatkan pendapatan masyarakat karena lahan pertanian dapat berproduksi walaupun musim kemarau. Dan, meningkatkan kualitas produk-produk pertanian lokal karena jumlah air yang cukup.

Hasan menyebutkan, biaya pemasangan sekitar 1.000 unit kincir angin pompa air Egra, diperkirakan mencapai Rp 15 miliar. Kini timnya siap bergerak mencari mitra untuk bekerja sama dalam kegiatan pemasangan kincir pompa air tersebut.

"Dalam waktu dekat kami hendak datang ke Departemen Kimpraswil dan ke pemda, mulai dari tingkat provinsi sampai daerah kabupatan/kota dari Banten sampai Jatim untuk menyampaikan rencana kami ini," kata Hasan.

Pembangkit listrikSaat ini, sarjana teknik elektro ini berhasil lagi membuat Energi Gratis Pembangkit Listrik menggunakan kincir angin. "Ini bisa dipadukan dengan kincir angin pompa air. Jadi bila kincir angin pompa air Egra terpasang, Egra listrik dapat dipadukan. Dengan demikian, sepanjang jalur pantura itu bisa jadi berlistrik tanpa harus membayar pada PLN," katanya.

Menurut Hasan, prinsip kerja Egra listrik ini adalah energi angin yang tidak terbatas dan ramah lingkungan itu dikonversikan ke dalam putaran kincir angin melalui baling-balingnya. Daya yang diserap dalam bentuk putaran baling-baling itu berbanding pangkat tiga dengan kecepatan angin yang melewatinya.

"Kecepatan angin minimum untuk menggerakkan Egra sekitar 15 km per jam. Putaran baling-baling selanjutnya ditransmisikan ke sistem roda gigi untuk memutar suatu generator listrik. Energi listrik yang dihasilkan kemudian dihubungkan dengan aki agar kelebihan energi lstrik yang dihasilkan dapat disimpan," kata Hasan.

Ia menambahkan, beban listrik yang berupa lampu-lampu atau motor listrik itu dihubungkan ke aki sehingga kebutuhannya dapat dipenuhi secara kontinu walaupun pada saat tidak ada angin.

"Untuk beban listrik rumah tangga AC 220 V maka diperlukan inverter sederhana yang murah untuk mengkonversikan tegangan DC aki menjadi tegangan AC 220 Volt. Saat ini kemampuan Egra listrik yang sedang kami coba sudah mampu memenuhi kebutuhan listrik kontinu sekitar 1000 watt untuk keberadaan angin lebih dari 10 jam per hari," kata Hasan tentang temuannya itu. (PUN)

Sumber : Kompas (2-12-2003)

» kirim ke teman
» versi cetak
revisi terakhir : 23 Maret 2004

  Dikelola oleh TGJ LIPI Hak Cipta © 2000-2018 LIPI