energi lihat situs sponsor
 
Jumat, 21 September 2018  
 


kembali ke depan »  
Artikel-artikel populer :
» daftar artikel

Berdayakan Masyarakat Pulau Kecil dengan Listrik Lokal
Redaksi Kompas

Jakarta, Kompas - Masyarakat yang berada di pulau-pulau kecil dan terpencil umumnya berada dalam kondisi serba kekurangan. Mereka tidak memiliki sumber air tawar dan energi listrik memadai. Selain itu karena berada di luar jangkauan jaringan komunikasi dan informasi, penduduknya terbelakang bukan hanya dari segi ekonomi, tetapi juga pendidikan.

Upaya mengangkat harkat hidup masyarakat di pulau terpencil, dilakukan Kementerian Riset dan Teknologi bekerja sama dengan Departemen Sosial. Salah satunya berupa penerapan teknologi pembangkit listrik energi surya (PLTS).

Dalam kunjungan kerjanya, Menristek Hatta Rajasa dan Mensos Bachtiar Chamsyah di Banda Aceh dan Pulau Nasi Provinsi NAD, Selasa (6/1), menyerahkan 50 unit pembangkit listrik tenaga baterai atau aki kepada penduduk di pulau kecil itu. Selain itu sebagai pemasok listrik utama dibangun PLTS. "Masuknya listrik di pulau-pulau kecil diharapkan akan menghidupkan kegiatan ekonomi, sosial, dan pendidikan di daerah ini," ujar Hatta.

Selain di Pulau Nasi, KRT akan memberikan secara cuma-cuma 3.000 unit PLTS kepada penduduk di daerah dan pulau terpencil, yang berada di Provinsi Bengkulu, Sumatera Selatan, Jambi, Sulawesi Selatan, Nusa Tenggara Barat (NTB), Nusa Tenggara Timur (NTT), dan Papua.

Pembangkit listrik ini merupakan hasil kerja sama riset antara Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia dan Institut Teknologi Bandung. Dalam hal ini melalui program Riset Unggulan Strategis Nasional berhasil dikembangkan sel surya untuk PLTS .

Penerapan PLTS merupakan salah satu dari upaya pemanfaatan teknologi yang berhasil dikembangkan bangsa sendiri dan bertujuan untuk lebih mendorong masyarakat melakukan inovasi dan mandiri dalam hal ilmu pengetahuan dan teknologi.

Sjafri Sairin, Deputi bidang Dinamika Masyarakat Kementerian Riset dan Teknologi, menambahkan, dengan menumbuhkan kreativitas dan inovasi masyarakat diharapkan juga meningkatkan kesejahteraan mereka. (yun)

Sumber : Kompas (7 Januari 2004)

» kirim ke teman
» versi cetak
revisi terakhir : 8 Januari 2004

  Dikelola oleh TGJ LIPI Hak Cipta © 2000-2018 LIPI